Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

AHY: Bukan Cara Kami Cari Sensasi Karena Itu Bukan DNA Partai Kami

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan konflik yang saat ini tengah terjadi dalam kubu partainya merupakan kondisi yang serius.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama 34 Dewan Pimpinan Daerah dan perwakilan Dewan Pimpinan Cabang. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan konflik yang saat ini tengah terjadi dalam kubu partainya merupakan kondisi yang serius.

Dirinya menyebut, konflik politik yang terjadi selama kurang lebih dari satu bulan ini terjadi dengan tidak sengaja atau bahkan hanya sekedar mencari sensasi.

"Kami tidak dengan sengaja ataupun berupaya untuk mencari sensasi, mencari panggung, mendramatisasi keadaan, itu bukan karakter dan DNA Partai kami," kata AHY saat menyambangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Senin (8/3/2021).

Baca juga: Polri Antisipasi Dualisme Partai Demokrat yang Bisa Ganggu Kamtibmas

AHY mengatakan kejadian yang saat ini dialami partainya merupakan permasalahan serius karena adanya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD).

Gerakan tersebut kata AHY didalangi oleh sejumlah aktor utama mantan kader Partai Demokrat yang telah diberhentikan secara tidak terhormat.

"Semua itu (kader) sebetulnya sudah diberhentikan tetap dari partai bahkan dipecat secara tidak hormat karena perilaku buruk dan juga pelanggaran berat terhadap konstitusi Partai Demokrat, fakta integritas dan etika politik," tegas AHY.

Terlebih kata dia, buntut dari gerakan ini yang didasari oleh adanya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat lalu turut dicampuri dengan keterlibatan aktor eksternal.

Yang dimaksud aktor eksternal oleh putra dari eks Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini adalah Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB.

Kendati demikian, kata AHY, upaya yang dilakukan KSP Moeldoko dalam merebut Partai Demokrat adalah dengan cara yang ilegal dan inkonstitusional.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved