Breaking News:

Politikus PKS Ingatkan Perspektif Perempuan Harus Hadir untuk Keputusan Politik Berkeadilan

Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) menggelar pameran foto dan rangkaian talkshow

DPR RI
Anggota DPR RI Netty Prasetiyani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) menggelar pameran foto dan rangkaian talkshow bertajuk 'Kiprah Perempuan Parlemen: Jalan Harapan Bangsa' di Selasar Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 8-18 Maret 2021.

Talkshow mengangkat isu pemerintahan daerah, vaksinasi, pendidikan daring, perkawinan anak, pengembangan energi hijau, pengarusutamaan gender dalam pembangunan, pelestarian lingkungan hidup, dan wirausaha perempuan.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher, agenda KPP RI bertujuan menunjukkan kiprah perempuan parlemen dalam perjuangannya sebagai wakil rakyat yang perspektifnya harus diakomodir dalam pengambilan keputusan politik.

Baca juga: Pemerintah dan DPR Sepakat RUU KUP Gantikan RUU Pemilu di Prolegnas 2021

"Perspektif perempuan mewakili setengah populasi. Oleh sebab itu, dalam setiap isu krusial dan strategis, sikap dan pandangan perempuan parlemen harus didengarkan dan diakomodir agar setiap pengambilan keputusan politik memenuhi standar berkeadilan dan komprehensif," ujar Netty, kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

Netty sendiri akan berbicara dalam talkshow bertajuk 'Menjamin Kesetaraan Akses Vaksin COVID-19' yang akan digelar pada Rabu, 17 Maret 2021.

Baca juga: Gantikan Ahmad Syaikhu, DPR Lantik Anis Byarwati sebagai Wakil Ketua BAKN DPR RI

"Kebijakan vaksinasi COVID-19 adalah isu strategis dalam penanganan pandemi yang harus mendengar pandangan perempuan. Bukan sekadar ampuh, berkualitas dan halal, kebijakan vaksin juga perlu memperhatikan proses edukasi dan komunikasi pada masyarakat," ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

"Perempuan umumnya memiliki peran sentral di keluarga yang penting dijadikan sebagai agen of socialitation, sebagai komunikator yang andal, yang akan didengarkan oleh keluarga," imbuhnya.

Terkait akses yang berkeadilan terhadap vaksin, kata Netty, perempuan akan lebih mempertimbangkan keselamatan umat manusia daripada bicara sisi keuntungan dan bisnis.

Baca juga: Pimpinan DPR: Perempuan Indonesia Harus Berani Lawan Tantangan

"Perempuan tentu berpihak pada keselamatan umat manusia keseluruhan daripada hitung-hitungan bisnis," katanya.

Lebih lanjut, Netty berharap dengan ruang politik yang lebih ramah dan kondusif terhadap perempuan, akan semakin banyak perempuan parlemen Indonesia berani bersikap dan bersuara membela keadilan dan kebenaran.

"Kita bukan bicara perempuan sentris. Tapi melihat bahwa kebijakan adalah sesuatu yang berdampak secara sistematis kepada rakyat, maka pandangan perempuan harus didengar dan diakomodir. Semoga pada 2024 minimal 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen dapat terwujud," pungkasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved