Breaking News:

Wamen LHK Resmikan IPAL Domestik dan Ekoriparian di Ponpes Darul Hijrah Martapura Kalsel

IPAL tersebut dimaksudkan untuk mengolah air limbah yang berasal dari kegiatan MCK dan dapur di Pondok Pesantren Darul Hijrah, sebagai bagian dari

Ist
Peresmian IPAL Ponpes Kalsel 

TRIBUNNEWS.COM, Martapura - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Alue Dohong, meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik dan Ekoriparian di Pondok Pesantren Darul Hijrah, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (10/3).  

IPAL domestik termasuk sarana MCK ini dibangun oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPKL -KLHK). 

IPAL tersebut dimaksudkan untuk mengolah air limbah yang berasal dari kegiatan MCK dan dapur di Pondok Pesantren Darul Hijrah,  sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan, khususnya pengendalian pencemaran air.  

Di samping pembangunan IPAL domestik dan MCK, juga dibangun ekoriparian sebagai upaya penataan sempadan sungai di kawasan Pondok Pesantren.

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Bupati Banjar, Direktur Jenderal PPKL KLHK M.R. Karliansyah, jajaran Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar, serta Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah.

Berdasarkan data dari Pondok Pesantren, jumlah santri dan pengasuh di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura adalah 2.000 orang yang berpotensi menghasilkan air limbah yang cukup besar, kurang lebih 200 m3 hari. Apabila air limbah ini tidak ditangani dengan benar, akan menimbulkan potensi pencemaran terhadap lingkungan, terutama potensi terhadap pencemaran air, udara dan tanah.

Pengelolaan lingkungan hidup di kawasan Pondok Pesantren Darul Hijrah ini dilakukan oleh KLKH mulai tahun 2019 dengan membangun sarana MCK, Biodigester, dan IPAL domestik dengan kapasitas untuk 800 jiwa. Bio gas yang dihasilkan oleh biodigester digunakan sebagai substitusi bahan bakar untuk memasak di Pondok Pesantren Darul Hijrah.

Memenuhi Baku Mutu Air Limbah
 
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Alue Dohong mengatakan, pada tahun 2020 KLHK melanjutkan pembangunan MCK dan IPAL domestik dengan kapasitas 800 jiwa lagi ditambah pembangunan ekoriparian sebagai upaya penataan lingkungan di sempadan sungai kawasan Pondok Pesantren Darul Hijrah.

IPAL domestik yang dibangun pada tahun 2020 terdiri dari bak pengendap (settler), bak anaerobic baffled reactor, bak anaerobic filter dan Horizontal Gravel Filter (HGF). Kinerja IPAL mampu menurunkan  beban pencemar sekitar 90 %, untuk parameter BOD, COD, TSS.

Baca juga: Kementerian PUPR Bangun Dua Instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jakarta

 
Dikemukakan Alue Dohong, hasil uji laboratorium terhadap air limbah hasil olahan IPAL tersebut dapat memenuhi baku mutu air limbah sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016, tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved