Breaking News:

Jumhur Sebut Omnibus Law Jadikan Indonesia Bangsa Kuli, Ini Kata Saksi dari Kemenaker

Menanggapi hal itu, JPU melontarkan beberapa pertanyaan terkait dengan cuitan yang dimuat Jumhur dalam akun twitter pribadinya.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Saksi Agatha Widianawati yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga merupakan anggota perumus dan penyusun Undang-Undang Omnibus Law-Cipta Kerja, di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/3/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) hadirkan saksi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada sidang lanjutan kasus berita bohong dengan terdakwa Jumhur Hidayat dalam cuitannya perihal Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja.

Adalah Agatha Widianawati yang juga merupakan anggota perumus dan penyusun UU Omnibus Law.

Dalam persidangan Agatha menyampaikan, anggota perancangan UU tersebut dirinya merupakan tim yang khusus membahas mengenai klaster ketenagakerjaan.

Menanggapi hal itu, JPU melontarkan beberapa pertanyaan terkait dengan cuitan yang dimuat Jumhur dalam akun twitter pribadinya.

"Terkait twit yang di pos oleh jumhur Hidayat,  mengenai Indonesia bangsa kuli dan terjajah, apakah undang-undang itu akan mengarah ke sana?" tanya jaksa dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/3/202).

Baca juga: Pelapor Mengaku Resah dengan Cuitan Jumhur Hidayat Tapi Belum Baca Naskah UU Omnibus Law Cipta Kerja

Mendengar pertanyaan itu, Agatha lantas melontarkan jawaban dan membantah mengenai unggahan tersebut.

Menurut dia cuitan yang dilayangkan Jumhur pada akun twitternya adalah tidak tepat.

"Kalau seperti itu tidak tepat, tidak ada sedikit pun mulai dari rancangan UU tidak ada arah ke sana itu sudah pasti," ungkap Agatha merespon pertanyaan jaksa.

Lebih lanjut, dirinya menyatakan dalam UU Omnibus Law yang disahkan pada 2 November 2020 itu menyangkut dua keseimbangan dalam dunia kerja.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved