Breaking News:

Penanganan Covid

5,2 Juta Orang Vaksinasi Covid-19, Jubir: Belum Ada Efek Samping Berat

Terhitung lebih dari 5,2 juta orang telah menerima suntikan vaksin Covid-19 baik dosis pertama dan kedua.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
VAKSINASI DOSIS KE 2 - Pemkot Tangerang menggelar vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi petugas pelayanan publik yang melibatkan karyawan, manajemen mal, apartemen, hotel, pegawai dan tenant Tangcity superblock, Senin (15/3/2021). Pelaksanaan vaksinasi dosis ke 2 ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam memudahkan percepatan program vaksinasi nasional. Selain itu, vaksinasi masal ini juga akan meningkatkan kepercayaan pengunjung sehingga kunjungan ke pusat perbelanjaan jadi meningkat yang berarti ekonomi bisa kembali pulih. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Terhitung lebih dari 5,2 juta orang telah menerima suntikan vaksin Covid-19 baik dosis pertama dan kedua.

Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, sampai saat ini laporan terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) cenderung tidak signifikan atau terhitung ringan.

"Kami sampaikan sampai saat ini sudah 5,2 juta orang menerima suntikan dosis pertama maupun kedua dan angka kejadian pasca imunissi ini sangat-sangat ringan ringan dan cenderung tidak ada yang berat," ujar Nadia dalam diskusi virtual bersama Alinea.id, Rabu (17/3/2021).

Ia melanjutkan, rata-rata orang mengalami keluhan di satu sampai dua hari pasca vaksinasi mulai dari nyeri, sakit kepala, badan terasa tidak enak, atau pegal.

Baca juga: MUI Bolehkan Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadhan: Secara Syari Tidak Membatalkan Puasa

Baca juga: Timbulkan Keraguan, Kemenkes Tak Sarankan Pengujian Antibodi Mandiri Pasca Vaksinasi

"Satu dua hari keluhan-keluhan tersebut rata-rata sudah hilang. Kita lihat itu sebagai gejala ringan yang satu dua hari akan kembali sehat," terangnya.

Nadia menambahkan, dalam upaya percepatan herd immunity atau kekebalan komunitas, pihaknya terus memperbanyak pelaksanaan vaksinasi massal dengan melibatkan pihak swasta maupun BUMN.

Selain itu, pelaksanaan vaksinasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin Covid-19, tetapi juga jumlah vaksinator.

"Vaksinator terus kita latih baik dari Kemenkes dan organisasi profesi dan menggandeng fasyankes misalnya Asosiasi Klinik Swasta, Persi, ARSI dan kerja sama dengan fasyankes Kementerian atau Lembaga," jelas Nadia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved