Breaking News:

Penanganan Covid

Jokowi Ungkap Alasan Tinjau Vaksinasi Hingga Halmahera Utara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan dirinya meninjau vaksinasi massal hingga Halmahera Utara, Maluku.

Agus Suparto
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proses vaksinasi massal di Kantor Kecamatan Kao, Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (24/3/2021) siang. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan dirinya meninjau vaksinasi massal hingga Halmahera Utara, Maluku.

Presiden mengaku  ingin memastikan distribusi vaksin berjalan dengan baik atau tidak. 

"Kenapa saya cek sampai ke Halmahera Utara, cek ke Maluku Tengah, saya cek sampai jauh seperti itu. Saya ingin ingin memastikan distribusi vaksin  benar sampai ke daerah nggak sih, daerah terlambat nggak sih distribusinya," kata Presiden saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2021 di  Istana Negara Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Menurut Presiden, distribusi vaksin telah sampai ke daerah, meskipun jumlahnya masih terbatas.

Keterbatasan tersebut kata Presiden karena vaksin tiba secara bertahap.

"Saya minta ini kan kita sudah booking 426 juta dosis vaksin, tapi datangnya itu dikit-dikit,  ini awal-awal baru 7 juta,  naik lagi 11 juta, naik lagi dikit-dikit, baru mungkin akan melimpah itu di bulan Juli atau Agustus, mungkin perbulan bisa 60 juta- 70 juta dosis," kata Presiden.

Oleh karena itu, Presiden meminta Bupati mengawal vaksinasi dan menyusun strateginya.

Baca juga: Presiden Resmikan Terminal Baru Bandara Kuabang di Halmahera Utara

Terutama mengenai siapa yang menjadi prioritas mendapatkan vaksin yang jumlahnya terbatas.

"Dahulukan di tempat-tempat yang interaksinya tinggi, dahulukan tempat-tempat yang mobilitasnya tinggi, misalnya pasar, itu tempat yang interaksi antar orangnya tinggi, mobilitasnya tinggi dahulukan, terminal misalnya, mobilitas tinggi, interaksi tinggi dahulukan. ini harus ngerti semuanya, karena strategi, kenapa strategi harus kita buat karena vaksinnya  terbatas dan datangnya itu pelan-pelan," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved