Breaking News:

Jokowi Batalkan Impor Beras, PPP: Langkah Tepat

Fraksi PPP mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membatalkan rencana impor 1 juta beras.

Tribunnews/Irwan Rismawan
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membatalkan rencana impor 1 juta beras.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah mengatakan, apa yang dilakukan presiden merupakan wujud bahwa presiden selama ini memang mendengarkan aspirasi masyarakat.

Baca juga: Jokowi Minta Debat Polemik Impor Beras Dihentikan: Harga Gabah Bisa Anjlok

"Termasuk terkait rencana impor beras yang memang merugikan masyarakat Indonesia, khususnya petani yang mengalami penurunan harga gabah," kata Ema dalam keterangannya, Sabtu (27/3/2021).

Ema menilai, keputusan untuk tidak mengimpor beras hingga Juni 2021 merupakan kebijakan yang tepat.

Karena saat ini di sejumlah daerah sedang terjadi panen raya.

Baca juga: Ekonom: Impor Beras Hanya Bebankan Bunga Utang Bulog

Pada Juni mendatang sebelum kembali menyampaikan rencana impor, pemerintah perlu mengevaluasi dulu apakah impor masih diperlukan atau tidak.

"Bagi PPP penyerapan gabah petani dan menaikkan harga sesuai Harga Pokok Penjualan (HPP) yang telah ditetapkan yaitu Rp 4.200/kg sangat penting agar petani bisa sejahtera, terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19," jelas Ema.

Baca juga: Tegaskan Tak Ada Impor Beras hingga Juni 2021, Jokowi: Hentikan Perdebatan

Ketua DPP PPP ini pun berharap pemerintah tetap membatalkan MOU dengan Thailand dan Vietnam, karena neraca stok persediaan beras surplus 12 juta ton.

"Berkali-kali Komisi IV DPR RI melakukan Rapat bersama Kementan, stok beras dalam negeri masih aman. Tinggal pemerintah fokus menyiapkan stok bahan pangan pokok aman menjelang menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri," jelas Ema.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved