Breaking News:

Jurnalis Tempo Alami Penganiayaan saat Meliput, LPSK Minta Penegak Hukum Usut Perkara

(LPSK) mengecam secara tegas tindakan penganiayaan yang dialami jurnalis Tempo, Nurhadi oleh diduga oknum Polisi.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor LPSK, Jakarta, Selasa (24/11/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengecam secara tegas tindakan penganiayaan yang dialami jurnalis Tempo, Nurhadi oleh diduga oknum Polisi.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, pihaknya akan meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"LPSK juga mendorong aparat penegak hukum untuk memproses perkara pidana kasus ini, dan bukan hanya diproses oleh Propam Polri secara internal," ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (29/3/2021).

Lebih lanjut pihaknya juga akan mendalami tentang kasus penganiayaan yang terjadi di Surabaya itu.

Hal itu dilakukan kata Hasto guna mengungkap dugaan adanya potensi ancaman terhadap Nurhadi.

"LPSK akan lakukan investigasi tentang potensi ancaman yang dihadapi korban, dan akan memberikan perlindungan sesuai kebutuhan atau dinamika kasus," tuturnya.

Baca juga: Komnas HAM Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo di Surabaya

Sejauh ini kata Hasto, pihak korban, dalam hal ini lembaga media dan pribadi Nurhadi juga sudah melakukan komunikasi dengan LPSK.

Tidak hanya LPSK, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) juga mengecam kasus kekerasan yang menimpa jurnalis Tempo Nurhadi, yang terjadi pada Sabtu (27/3/2021) malam di Surabaya, Jawa Timur.

Koordinator KKJ Wawan Abk mengatakan, dalam kejadian tersebut Nurhadi mengalami berbagai macam tindakan kekerasan.

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved