Breaking News:

Pimpinan DPR Ajak Semua Lapisan Masyarakat Bantu Pemerintah Cegah Paham Radikalisme

DP ajak semua pihak terlibat dalam memutus sel-sel baru jaringan terorisme, bukan hanya dibebankan kepada aparat Kepolisian, TNI dan BNPT

Tangkap layar Youtube Kompas TV
Tim Densus 88 Mabes Polri dan Polresta Bandung kembali melakukan penggerebekan di rumah terduga teroris di Bandung Barat, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder membantu peran pemerintah dan aparat keamanan dalam melakukan upaya pencegahan dan menangulangi maraknya aksi teror yang diduga dilakukan oleh jaringan terorisme.

"Semua harus terlibat dalam memutus sel-sel baru jaringan terorisme, bukan hanya dibebankan kepada aparat Kepolisian, TNI dan BNPT, namun seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan lapisan masyarakat untuk menjaga masuknya paham radikalisme di tengah masyarakat," kata Azis kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Mabes Polri Diserang Teroris Perempuan, Kapolri dan Anies Perintahkan Ini, Paspampres Siaga 24 Jam

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, peran pemerintah, tokoh agama dan masyarakat sangat penting dalam memberikan edukasi serta informasi pemahaman agama yang sesuai kaidah.

Sehingga masyarakat dapat memilah terhadap pemahaman agama yang baik  dan pemahaman yang mengandung paham radikalisme yang kerap mengatasnamakan jihad fisabillillah.

"Paham radikalisme kerap menyelewengakan arti jihad fisabillillah, menyukai adanya kerusuhan dan kebencian kepada pemerintah serta menginginkan terbentuknya negara khilafah. Jangan sampai ada ruang bagi para paham radikalisme dan terorisme di Indonesia, karena sangat membahayakan bangsa indonesia ," ujarnya.

Baca juga: Penyerangan di Mabes Polri, Legislator NasDem : Jaringan Pelaku Teror Sedang Panik

Lebih lanjut, Azis berharap pemerintah dapat mengedepankan pemahaman nilai-nilai pancasila dengan selalu mensosialisasikan ideologi pancasila di seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu guna terwujudnya persatuan dan kesatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pancasila di era globalisasi terkesan kurang digaungkan,  padahal nilai nilai pancasila sangat penting dalam menyelesaikan masalah intoleransi, radikalisme dan terorisme," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved