Breaking News:

Insiden Masuk Papua Nugini Secara Ilegal, Gubernur Papua Diminta Klarifikasi

Peristiwa dideportasinya Gubernur Papua Lukas Enembe oleh pemerintah Papua Nugini karena masuk ke negei itu secara ilegal

Papua.go.id
Gubernur Papua Lukas Enembe 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa dideportasinya Gubernur Papua Lukas Enembe oleh pemerintah Papua Nugini karena masuk ke negei itu secara ilegal menimbulkan pertanyaan.

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus, menyayangkan tindakan Gubernur Papua Lukas Enembe yang pergi ke secara ilegal ke Papua Nugini (PNG).

Dia meminta Lukas untuk memberi penjelasan soal itu.

"Kita minta kepada gubernur untuk bisa melakukan klarifikasi terhadap kejadian ini. Sebagai pemerintah pusat, tentu kita menyampaikan permohonan maaf atas tindakan dan kejadian yang dilakukan oleh kepala daerah yang bersangkutan," kata Guspardi kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Lukas Enembe Masuk Papua Nugini Secara Ilegal, Politikus PKS: Bisa Buat Indonesia Tak Nyaman

Diketahui, Lukas Enembe disebut masuk secara ilegal ke PNG atau melalui jalur tak resmi (jalur tikus).

Menurut Guspardi, nantinya bisa saja pihak negara Papua Nugini melakukan tindakan-tindakan hukum dan hal itu kan memalukan negara kita.

"Sebagai seorang pejabat apalagi sekarang ini sudah diketahui oleh masyarakat banyak yang bersangkutan dideportasi karena ketahuan illegal stay dan berita ini sudah diekspose di berbagai media," ujar Legislator dapil Sumbar 2 itu.

Baca juga: Terima Mendagri Tito dan Gubernur Lukas Enembe, Wapres Bahas Rencana Lawatan ke Papua

Diberitakan sebelumnya, Lukas Enembe mengaku pergi ke Papua Nugini secara ilegal yakni dengan menggunakan ojek melalui jalur darat. Ia pergi ke Papua Nugini untuk menjalani terapi saraf kaki.

"Saya pergi untuk terapi saraf kaki. Kalau saraf otak, kita sudah terapi di Jakarta. Sama-sama konsul saya di sana, sejak hari pertama," ujar Lukas Enembe.

Halaman
1234
Penulis: chaerul umam
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved