Staf KPK Ditemukan Meninggal
Pegawai KPK yang Meninggal Mantan Sekretaris Busyro Muqoddas
Joko Susilo, seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditemukan meninggal di rumahnya di kawasan Gunung Sindur
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Joko Susilo, seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditemukan meninggal di rumahnya di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Joko ditemukan sudah terbujur kaku di rumahnya di Perumahan Pamulamg Hill 3, Desa Rawakalong, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor pada Sabtu (3/4/2021) malam sekitar pukul 18.30 WIB.
Joko diketahui bertugas di Setpim-Stranas KPK. Menurut sumber Tribunews.com, Joko pernah menjadi sekretaris Busyro Muqoddas, mantan Komisioner KPK periode 2010–2011. Ia juga pernah menjadi sekretaris Saut Situmorang, Komisioner KPK periode 2015-2019.
Baca juga: Sebelum Ditemukan Meninggal, Anggota KPK Sempat Melarang Tetangga Masuk ke Dalam Rumahnya
Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo, membenarkan bahwa Joko adalah pegawai di komisi antirasuah. "Benar, Joko Susilo merupakan rekan kerja kami sesama pegawai KPK. Beliau sudah dimakamkan di kampung halamannya di Lampung," kata Yudi kepada Tribunnews.com, Minggu (4/4/2021).
Yudi mengaku terakhir kali bertemu Joko sekitar sebulan yang lalu. "Saat itu kami berpapasan di lift. Saling menyapa, sebab kami beda lantai," kata Yudi.
Yudi mengatakan, meninggalnya Joko membuat para pegawai KPK sangat berduka dan merasa kehilangan. "Kami mengenal Mas Joko sebagai pribadi yang baik dan ramah kepada setiap orang. Dalam pekerjaannya pun berdedikasi tinggi terhadap tugas-tugas yang diberikan dalam memberantas korupsi di negeri ini," kata Yudi.
Baca juga: Breaking News: Staf KPK Ditemukan Meninggal di Bogor
Diceritakan Yudi, dalam beberapa acara Wadah Pegawai KPK, Joko kerap bertindak sebagai pembawa acara yang membuat suasana semakin meriah.
"Kami berdoa semoga Joko diterima di sisi Allah SWT dan diterima amal kebaikannya," ujarnya.
Sebelumnya Kapolsek Gunungsindur AKP Birman Simanullang mengatakan, Joko ditemukan meninggal berawal dari kecurigaan warga curiga karena ia tak kunjung keluar rumah selama beberapa hari.
"Informasi dari warga, yang bersangkutan sudah mengurung diri di dalam rumahnya selama sekitar 3 hari," kata AKP Birman Simanullang saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/4/2021).
Karena curiga, akhirnya warga mendobrak pintu rumah korban yang dikenal sering bercengkrama dengan warga itu. Pintu rumahnya didobrak setelah ponselnya tidak bisa dihubungi dan tak kunjung merespon ketika pintu diketuk.
"Setelah didobrak, diketahui korban sudah terbujur kaku di dalam rumah. Selanjutnya korban diurus d
engan prokes (protokol kesehatan) oleh petugas medis," kata Birman.
Birman menjelaskan bahwa korban dievakuasi oleh petugas medis dari Rumah Sakit Hermina Serpong atas permintaan pihak keluarga dan rekan kerja di KPK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-meninggal1.jpg)