Breaking News:

Aktivis KAMI Ditangkap

Sidang Jumhur Hidayat, Haris Azhar Kritisi Jaksa Jadikan Pegawai Sebagai Saksi Ahli Inbox

Haris Azhar menyinggung keterangan ahli mulai dari pernyataan yang tak mencerminkan seorang ahli, hingga bekerja sebelum adanya perintah.

Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Haris Azhar, seorang kuasa hukum Jumhur Hidayat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/3/2021). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Haris Azhar, seorang kuasa hukum Jumhur Hidayat menyinggung sejumlah keterangan saksi ahli digital forensik dalam sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran berita bohong dan membuat keonaran, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/4/2021).

Haris Azhar menyinggung keterangan ahli mulai dari pernyataan yang tak mencerminkan seorang ahli, hingga bekerja sebelum adanya perintah.

Baca juga: Di Sidang Jumhur Hidayat, Saksi Jelaskan Tahapan Kerja Tim Digital Forensik Analisis Barbuk

Haris juga menyinggung kehadiran ahli yang sebetulnya hanya seorang pegawai di Mabes Polri.

"Dari kesaksian tadi kan, saksi ahli nggak kelihatan ahlinya, bekerja sebelum ada perintah, dia adalah sebetulnya pegawai di Mabes Polri (jadi) nggak ada independensinya," kata Haris ditemui usai persidangan.

Direktur Eksekutif Lokataru ini juga mengkritisi pernyataan ahli yang mengakui menggunakan sebuah alat bernama Cellebrite untuk mengekstrak data ponsel milik kliennya, Jumhur Hidayat.

Baca juga: JPU Tak Hadirkan Jumhur di Persidangan, Hakim Putuskan Tunda Sidang

"Penggunaan alatnya itu ya bisa diperdebatkan Cellebrite bisa dianggap artinya ada alat yang bisa menerobos hp-hpnya orang, tinggal dipilih kan siapa aja," ungkap Haris.

"Cellebrite itu membantu untuk melakukan analisa tadi ngebaca itu. Cuman tadi yang saya nggak puas sidangnya itu keyword-nya itu Omnibus Law. Setengah juta orang penduduk Indonesia pada waktu itu ngebahas Omnibus Law permintaan yang mengarah pada bahwa ini menciptakan keonaran kegaduhan memprovokasi? Apanya nggak kelihatan," sambung dia.

Jumhur Hidayat Didakwa Sebar Berita Bohong dan Buat Onar di Medsos

Jaksa Penuntut Umum mendakwa Jumhur Hidayat menyebarkan berita bohong dan membuat keonaran lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, terkait Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca juga: Kuasa Hukum Beberkan Kondisi Kesehatan Jumhur di Rutan Bareskrim

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved