Breaking News:

Putra Tokoh Kharismatik Sebut Papua Terpuruk Sebelum Otsus

Hal itu diutarakan Ondofolo atau Pemimpin Adat Kampung Sereh Sentani, Kabupaten Jayapura, Yanto Hiyo Eluay.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Intelektual muda Papua dan Papua Barat menggelar aksi festival budaya di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (1/3/21). Mereka mendukung pemerintah melanjutkan Otonomi Khusus Jilid II untuk Papua dan menolak berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah NKRI. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelum diberlakukannya Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2001, pembangunan di tanah Papua sangat tertinggal.

Kini, Otsus diyakini banyak mengubah wajah Papua menjadi lebih baik.

Hal itu diutarakan Ondofolo atau Pemimpin Adat Kampung Sereh Sentani, Kabupaten Jayapura, Yanto Hiyo Eluay.

Yanto menyoroti soal anggaran yang dimiliki Papua sebelum Otsus.

"Kita ketahui Papua sangat rendah dalam tingkat pembangunan dan kesejahteraan. Faktor dana APBD yang tidak memadai di provinsi, kota dan kabupaten. Juga PAD yang tidak baik dan SDA yang tidak dikelola. Memang kita sangat terpuruk sebelum ada Otsus," kata Yanto dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat di Jayapura Papua Deklarasi Damai, Kecam Aksi Terorisme

Ketua Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) Provinsi Papua ini mencontohkan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana di Papua. Pembangunan tersendat lantaran tidak ada anggaran.

"Kita harus melihat bahwa pembangunan membutuhkan biaya. Menikmati sarana pendidikan, kesehatan, jalan, membuka suatu keterisolasian daerah, itu semua membutuhkan biaya," ujar putra tokoh kharismatik Papua, Almarhum Theys H. Eluay ini.

Menurut Yanto, kini Otsus telah menciptakan banyak perubahan. Yanto menyoroti tudingan miring terhadap Otsus yang telah berjalan 20 tahun terakhir ini.

"Begitu ada Otsus, banyak sekali perubahan, kemajuan di Papua. Sarana prasarana, rumah sakit, fasilitas kesehatan, pembangunan jalan dan sebagainya. Sekarang orang bicara tidak berhasil? Dulu Anda mau bangun jalan, darimana duitnya?" ungkap Yanto.

Pemerintah pusat secara konsisten menggelontorkan dana Otsus ke Bumi Cenderawasih setiap tahunnya. Jumlahnya mencapai ratusan triliun rupiah.

Meski demikian, dalam pelaksanaan Otsus, Yanto mengakui belum maksimal. Yanto masih banyak menemukan kekurangan yang harus diperbaiki.

Yanto mengusulkan pembentukan lembaga khusus setingkat kementerian untuk mengelola Otsus di Bumi Cenderawasih. Yanto meyakini hal itu dapat memaksimalkan pelaksanaan Otsus di akar rumput.

"Alangkah baiknya langsung dikelola lembaga setingkat kementerian. Mereka langsung bertemu dengan masyarakat di kampung-kampung. Saya yakin bendera Merah Putih akan berkibar di seluruh persada Papua, di kampung-kampung," tutup Yanto.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved