Breaking News:

Saudi Belum Beri Kejelasan, Kemenag Matangkan Skema Mitigasi Ibadah Haji

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, skema mitigasi yang disiapkan semakin mengerucut.

STR / AFP
Jamaah yang berpakaian ihram terlihat sedang tawaf mengelilingi Kakbah dengan mengikuti garis melingkar di pelataran Kakbah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan dan mematangkan skema mitigas ibadah Haji 2021 menyusul belum ada kejelasan dan kepastian dari pemerintah Arab Saudi.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, skema mitigasi yang disiapkan semakin mengerucut.

Waktu yang semakin mendesak menjadikan skenario 100 persen dan 50 persen menjadi tidak memungkinkan.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Arab Saudi Buka Opsi Haji bagi Jamaah RI, Komisi VIII Sudah Siapkan Berbagai Skenario Kuota

"Hingga saat ini belum ada informasi resmi dari Saudi terkait kepastian izin pemberangkatan jemaah haji dari luar Arab Saudi. Oleh karena itu, saat ini Kementerian Agama fokus pada mitigasi untuk skema 30 persen, 25 persen, 20 persen, dan 10 persen," kata pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Gus Yaqut mengatakan, skenario penyelenggaraan haji tahun ini yang disusun meliputi beberapa hal.

Diantaranya penerapan protokol kesehatan, layanan jemaah di Tanah Suci, durasi masa tinggal jemaah, serta aspek ibadah haji di masa pandemi.

Terkait protokol kesehatan, Kemenag sudah berkoordinasi dengan Kementeria Kesehatan dan menyepakati sejumlah hal.

Misalnya skema karantina 3 hari sebelum keberangkatan dan setelah tiba di tanah air (kepulangan).

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved