Breaking News:

Pemprov DKI Jakarta dan Praktisi Pendidikan Luncurkan Gerakan Guru Cerdas

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana meluncurkan Gerakan Guru Cerdas (Garudas) secara daring di Jakarta, pada hari Kamis (8/4/2021).

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SD Negeri Kenari 08 Pagi, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 85 sekolah dari jenjang SD hingga SMA mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan kapasitas dalam ruangan maksimum 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana meluncurkan Gerakan Guru Cerdas (Garudas) secara daring di Jakarta, pada hari Kamis (8/4/2021).

Sebuah gerakan bersama untuk mempersiapkan guru di DKI Jakarta, baik yang bertugas di sekolah negeri maupun swasta, baik di sekolah umum maupun madrasah untuk menjalankan proses pembelajaran tatap muka secara terbatas di bulan Juli 2021.

“Gerakan ini akan langsung ditangani sendiri oleh pakar pendidikan kita, Pak Indra Charismiadji. Jadi untuk mutu, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tidak ragu lagi dan langsung menangkap peluang begitu beliau melontarkan ide tersebut beberapa waktu yang lalu," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana melalui keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Terorisme Bisa Dilawan dengan Pendidikan yang Benar tentang Islam Toleran dan Moderat 

Hal ini merupakan langkah cepat dan tanggap dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyikapi keluarnya SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dikeluarkan pada akhir bulan Maret yang lalu.

"Para guru disiapkan untuk menghasilkan beraneka ragam portofolio siswa, dan diakhir kegiatan ini, mereka akan mendapatkan sertifikat pelatihan selama 96 jam pertemuan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta," tutur Nahdiana.

Dalam SKB 4 Menteri tersebut, pemerintah pusat mengharapkan agar pembelajaran tatap muka secara terbatas pada tahun ajaran baru 2021/2022 setelah para pendidik tuntas divaksin.

Langkah tersebut diambil untuk menekan adanya learning loss dari peserta didik di Indonesia.

Menurut Indra Charismiadji, sebagai salah satu penggagas Garudas, sangatlah berbahaya jika penyelenggaraan pembelajaran tatap muka secara terbatas di bulan Juli hanya menggantungkan diri pada vaksinasi para pendidik.

Baca juga: Nadiem Ingin Guru Penggerak Jadi Kriteria Pemimpin Pendidikan

"Kita semua wajib optimis bahwa vaksin akan bekerja dengan baik, tetapi kita juga harus siap dengan kemungkinan terburuk. PTM terbatas akan menimbulkan masalah baru karena pendidik dituntut untuk mengajar dengan dua model secara bersamaan yaitu daring dan luring," kata Indra.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved