Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Satgas Covid-19: Dari Pengalaman Sebelumnya, Libur Panjang Selalu Diikuti Lonjakan Kasus

Momentum libur panjang, kata Sonny, adalah saat di mana Satgas Covid-19 betul-betul kesulitan dalam mengendalikan mobilitas penduduk. 

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ilustrasi.Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, jelang Lebaran, tahun lalu. Setelah melarang mudik, pemerintah kini membolehkan lagi mudik bagi orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi mengungkapkan bahwa momentum libur panjang masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

Momentum libur panjang, kata Sonny, adalah saat di mana Satgas Covid-19 betul-betul kesulitan dalam mengendalikan mobilitas penduduk. 

"Yang menjadi tantangan ketika ada liburan panjang seperti kemarin (libur paskah). Ada long weekend Jumat, Sabtu, Minggu. orang beraktivitas ke luar, pergi ke tempat-tempat liburan, pariwisata dan sebagainya," ujar Sonny dalam Trijaya Vaksin Day: Kita Yakin Vaksin, seperti disiarkan langsung di Channel MNC Trijaya, Jumat (9/4/2021).

"Ini juga kita dihadapkan pada tantangan mudik. Itu menjadi sebuah PR bagi kita agar kita bisa betul-betul mengendalikan mobilitas penduduk," sambung dia.

Sonny memastikan bahwa Satgas Covid-19 mendukung penuh upaya pemerintah mengendalikan mobilitas penduduk dengan menerbitkan larangan mudik.

Larangan mudik menurut Sonny bertujuan untuk menyelamatkan banyak masyarakat dari bahaya virus Covid-19.

"Bahwa pemerintah melarang mudik tujuannya untuk menyelamatkan banyak orang, menyelamatkan masyarakat," ujar Sonny.

Sonny mengatakan, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman libur-libur panjang sebelumnya. 

Baca juga: 166.734 Personel Gabungan Diturunkan Larang Mudik Lebaran 2021

Di mana setiap libur panjang, dua atau tiga minggu setelahnya akan terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Kita sudah belajar dari pengalaman libur panjang sebelumnya. Dan itu menunjukkan bahwa setiap kali libur panjang, selalu diikuti lonjakan kasus pada dua atau tiga Minggu kemudian," ujar Sonny. 

Sonny menyontohkan, pada bulan Januari dan Februari, Satgas Covid-19 menerima beban yang betul-betul luar biasa berat. 

"Januari dan Februari bebannya kita itu betul-betul luar biasa. Lonjakan kasus sangat tinggi setelah libur natal dan tahun baru. Itu kita juga belajar dari libur panjang di akhir Oktober tahun lalu, itu lonjakan kasusnya juga luar biasa," tutur Sonny.

Atas dasar itu, Sonny berpendapat bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk mau belajar dari pengalaman libur-libur panjang sebelumnya.

"Jadi belajar dari pengalaman itu sangat penting. Kita mengambil data, memahami bahwa mobilitas penduduk itu sangat berdampak pada peningkatan kasus," katanya.
 

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved