Breaking News:

Reshuflle Kabinet

Ali Ngabalin Sebut Dua Menteri Nomenklatur Baru Kemungkinan Diisi Pejabat Lama

Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden Ali Ngabalin menilai bahwa kemungkinan besar Presiden Jokowi akan menempatkan pejabat lama dalam dua

Gita Irawan
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin usai diskusi di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Minggu (12/1/2020). 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Wacana perombakan kabinet muncul setelah DPR menyetujui dua nomenklatur baru Kementerian yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dikbud/Ristek) serta Kementeri Investasi/Kepala BKPM.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden Ali Ngabalin menilai bahwa kemungkinan besar Presiden Jokowi akan menempatkan pejabat lama dalam dua nomenklatur baru tersebut. 

Diantaranya Nadiem Makarim untuk Menteri Dikbud /Ristek, serta Bahlil Lahadalia untuk Menteri Investasi /Kepala BKPM.

"Sebetulnya menteri menteri milenial ini kan presiden sudah tahu mereka miliki prestasi, termasuk pak Bahlil,  menteri mas Nadiem, ini orang orang berprestasi yang sudah diketahui presiden, jadi engga usah ragu," kata Ali saat dihubungi, Rabu, (14/4/2021).

Sementara itu mengenai kemungkinan adanya pergantian kabinet kementerian lain selain dua Kementerian baru tersebut, Ali enggan berkomentar.

Baca juga: Ali Ngabalin: Presiden akan Lantik Dua Menteri Baru

Ia mengatakan Presiden memiliki pertimbangan sendiri apakah perlu merombak kabinet selain dua nomenklatur kementerian baru tersebut, atau tidak.

"Bahwa nanti kemungkinan, kalau nanti ada lagi menteri yang baru digeser atau diganti, itu bukan urusan kita. Itu urusan bapak Presiden. Karena beliau yang punya hak Preogratif," katanya.

Terkait pelantikan dua menteri baru tersebut, Ali mengatakan bahwa Presiden akan melakukannya dalam waktu dekat.

Ciri khas kerja Presiden, kata Ali, tidak membiarkan pekerjaan berlarut-larut.

"Kalau tidak pekan ini pekan besok, yang pasti tidak lama, kalau pak Jokowi itu tidak lama lama, beliau itu kan orang tidak bisa membiarkan suatu urusan berlama lama," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved