Breaking News:

Masjid Istiqlal Makin Ramah untuk Kaum Disabilitas, Tersedia Lift dengan Kaca Transparan

Masjid Istiqlal baru saja direnovasi. Desain barunya semakin ramah bagi penyandang disabilitas. Kaum difabel kini disediakan lift khusus.

Tribunnews/Herudin
Suasana di ruang utama Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2021). Pengurus Masjid Istiqlal bersama Pemprov DKI Jakarta sepakat membuka kembali Masjid Istiqlal selama bulan Ramadan 1442 H, yang dimulai pada awal Ramadan 13 April 2021 mendatang. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, meski dibuka, kapasitas jemaah akan dibatasi hanya untuk 2.000 orang atau setara 30 persen dari ruang utama masjid. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Masjid Istiqlal baru saja direnovasi. Desain barunya semakin ramah bagi penyandang disabilitas.

Setelah direnovasi besar-besaran Masjid Istiqlal kini memiliki sejumlah sarana dan prasarana yang ramah terhadap penyandang disabilitas salah satunya adanya lift khusus.

Baca juga: Dari Jualan Es Mambo di Istiqlal, Jusuf Hamka Pengusaha Tionghoa Bercita-cita Bangun 1000 Masjid

Baca juga: Mensos Risma: Kelompok Rentan dan Disabilitas di Daerah Bencana dapat Perhatian Khusus

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengatakan masjid Istiqlal direnovasi dengan konsep yang ramah lingkungan bagi semua kalangan termasuk penyandang disabilitas.

Chairman Indika Foundation, Arsjad Rasjid (kiri) didampingi Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila, Mufrina (kanan) menyerahkan sajadah pelindung Covid-19 kepada Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar dalam acara peluncuran Gerakan Nasional Mengisi Masjid dengan 1 Juta Sajadah Pelindung Covid-19 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021). Sajadah pelindung Covid-19 ini akan didistribusikan ke 275.000 masjid di seluruh Indonesia untuk mengurangi kekhawatiran umat Islam dalam menjalankan ibadah. Tribunnews/Herudin
Chairman Indika Foundation, Arsjad Rasjid (kiri) didampingi Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila, Mufrina (kanan) menyerahkan sajadah pelindung Covid-19 kepada Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar dalam acara peluncuran Gerakan Nasional Mengisi Masjid dengan 1 Juta Sajadah Pelindung Covid-19 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021). Sajadah pelindung Covid-19 ini akan didistribusikan ke 275.000 masjid di seluruh Indonesia untuk mengurangi kekhawatiran umat Islam dalam menjalankan ibadah. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

"Semenjak 42 tahun Istiqlal ini dibangun, baru kali ini Istiqlal mengalami renovasi besar-besaran seperti ini. Alhamdulillah renovasi ini juga mengadopsi seluruh kepentingan-kepentingan tanpa membedakan apapun dan siapapun, masjid ini inn syaa Allah ramah terhadap anak-anak, ramah dengan perempuan terutama juga ramah dengan penyandang disabilitas," kata Nasaruddin.

Nasaruddin mengatakan sejumlah fasilitas yang mendukung penyandang disabilitas saat hendak melakukan ibadah telah disiapkan salah satunya adalah lift khusus untuk disabilitas.

"Nah khusus untuk rekan-rekan dari disabilitas ini, kami sudah siapkan lift yang diperuntukkan bagi disabilitas yang akan beribadah.

Petugas saat melakuan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021). Kegiatan kali ini untuk meningkatkan protokol kesehatan sekaligus mengantisipasi penyebaran COVID-19 di tempat ibadah saat Ramadhan 1442 Hijriah setelah dibukanya kembali Masjid Istiqlal untuk umum pada awal ramadhan kemarin. (Tribunnews/Jeprima)
Petugas saat melakuan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021). Kegiatan kali ini untuk meningkatkan protokol kesehatan sekaligus mengantisipasi penyebaran COVID-19 di tempat ibadah saat Ramadhan 1442 Hijriah setelah dibukanya kembali Masjid Istiqlal untuk umum pada awal ramadhan kemarin. (Tribunnews/Jeprima) (TRIBUNNEWS/Jeprima)

Lift tersebut tersambung dengan akses yang dilalui rekan-rekan disabilitas. Parkir kendaraan pun telah kami siapkan dengan memberi gambar kursi roda diarea parkir khusus disabilitas.

Jadi selain disabilitas tidak boleh parkir di situ. Saat turun dari mobil, disabilitas akan dipandu oleh logam-logam yang berbaris jadi rekan-rekan disabilitas lebih mudah untuk mengidentifikasi lewat mana dan mau kemana sampai menuju lift," jelas Nasaruddin.

Pihaknya juga membuat lift dengan kaca transparan, hal itu dimaksudkan agar siapa pun yang melihat liftnya macet atau mati bisa melakukan pertolongan bagi disabilitas yang berada di dalam lift itu.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved