Breaking News:

Ancaman Darurat Iklim, Menteri PPN Soroti Peningkatan Intensitas Hujan di Bogor Akibat Cuaca Ekstrim

Namun dalam beberapa hari terakhir Bogor hanya memiliki sekitar 48 hari dalam setahun yang tidak turun hujan.

Sciencing
Ilustrasi hujan 

Di sektor kesehatan perubahan iklim juga berdampak pada kejadian luar biasa penyakit berbasis vektor seperti DBD, malaria, pneumonia dan ISPA.

“Pemerintah mencatat kerugian ekonomi akibat bencana ini sejumlah Rp 22,8 triliun hingga Rp 30 triliun per tahunnya, dengan korban jiwa dalam 10 tahun terakhir mencapai 1.183 orang,” kata Suharso Monoarfa.

Suharso mengatakan pemerintah menyadari diperlukan peningkatan reforestasi lahan terlantar atau lahan tidur jadi hutan sekunder seluas 250.000 hektar.

Namun disamping itu kebijakan strategis rendah karbon di sektor energi untuk meningkatkan efisiensi energi dan bauran energi terbarukan yang ambisius juga sangat harus dilakukan.

“Untuk mencapai zero emisi pada tahun 2045 hingga 2070 harus dilakukan penurunan intensitas energi secara signifikan sehingga tingkat efisiensi energy rata-rata berada dikisaran 6 hingga 6,5 persen. Ini tentu lebih tinggi dari tingkat efisiensi energi saat ini yang masih dikisaran 1 persen,” ujarnya.

Summit ini diselenggarakan untuk menyambut Earth Day tanggal 22 April dan bertujuan untuk membangunkan kesadaran publik di tanah air mengenai bahaya perubahan iklim.

Menurut pakar, kalau tidak ada perubahan, suhu bumi akan naik 3 sampai 4 derajat celcius.

Suhu ini akan menjadi suhu tertinggi sepanjang sejarah umat manusia, dan akan mengakibatkan kerugian dan pengrusakan yang luar biasa terhadap segala aspek kehidupan bangsa.

Seperti pembangunan, produktivitas, stok pangan, pemukiman, kualitas hidup, ekosistem, persediaan air bersih, kesehatan, konflik, dan masih banyak lagi.

Direktur Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan pesan utama dari Indonesia Net Zero Summit 2021 adalah bahwa segala visi indah Indonesia Emas 2045.

Saat Indonesia merdeka 100 tahunnya, generasi Indonesia akan terancam apabila perubahan iklim tidak dikendalikan.

“Kita semua masih ada waktu untuk menghindari bencana dunia mendidih tersebut,” ujarnya.
 

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved