Breaking News:

Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

KSPSI Distribusikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT Lewat Tanjung Perak

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mendistribusikan bantuan bagi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur

istimewa
ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mendistribusikan bantuan bagi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, bantuan tersebut dikirimkan langsung dengan kapal Pelni dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Baca juga: NTT Jadi Provinsi Pertama di Indonesia Timur yang Capai Eliminasi Malaria

"Bantuan terdiri dari bahan makanan berupa beras, mie instan, air mineral, selimut, biskuit, daging kornet, ikan sarden, susu, obat-obatan, kompor portable, dan kebutuhan lainnya untuk digunakan para pengungsi di NTT," kata Andi Gani kepada wartawan, Senin (26/4/2021).

Andi Gani menjelaskan, pendistribusian bantuan KSPSI ke NTT bekerjasama dengan Polres Tanjung Perak dan Polda Jawa Timur.

Baca juga: VIRAL NTT Gelar Festival Alquran Tua, Usianya 1500 Tahun dan Berbahan Dasar Kulit Kayu

"Ini juga merupakan bentuk sinergitas konfederasi buruh dengan Polri," ungkap Andi Gani.

Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk komitmen KSPSI untuk Indonesia, berkontribusi langsung kepada masyarakat yang sedang dilanda bencana.

Semua bantuan yang disampaikan KSPSI, kata Andi Gani, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di NTT.

Putra asli NTT ini memastikan akan terus memantau situasi dan kondisi terkini serta siap terlibat dalam pendistribusian bantuan susulan khususnya di beberapa posko pengungsian yang telah disediakan di NTT.

Andi Gani menegaskan, bantuan dari konfederasi buruh terbesar di Indonesia ini akan terus berlanjut.

"Ini bagian dari partisipasi KSPSI bersama-sama seluruh lapisan masyarakat untuk membangun NTT kembali," ujarnya.

Seperti diketahui, bencana alam Siklus Tropis Seroja menghantam NTT pada Minggu (4/4) lalu. Cuaca ekstrem, banjir bandang, hingga tanah longsor meluluhlantahkan daerah tersebut.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved