Breaking News:

KPK Telusuri Proses Lelang Jabatan di Tanjungbalai

KPK memeriksa tiga saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai tahun 2019.

Adapun tiga saksi tersebut diperiksa tim penyidik KPK pada Sabtu (24/4/2021) di Polres Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Mereka yaitu Asmui Rasyid (Mengurus Rumah Tangga), Ahmad Suangkupon (PNS), dan Ivo Arzia Isma (Karyawan Swasta).

Baca juga: Isu Pimpinan KPK Dihubungi Tersangka Suap Wali Kota Tanjungbalai, Ini Kata Dewan Pengawas

"Asmui Rasyid (Mengurus Rumah Tangga) dan Ahmad Suangkupon (PNS) didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan proses pelaksanaan lelang jabatan yang dilaksanakan di Pemkot Tanjung Balai," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (27/4/2021).

Tim penyidik juga mendalami aliran uang yang diterima para pihak yang terkait dalam perkara ini lewat Ivo Arzia Isma.

"Ivo Arzia Isma (Karyawan Swasta), didalami pengetahuannya antara lain dugaan aliran sejumlah uang kepada pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini," ungkap Ali.

Selain itu, Ali menyebut ada dua orang saksi yang mangkir atau tidak hadir dalam pemeriksaan KPK.

Mereka ialah Asisten III/ Plt Kepala BPKAD Kota Tanjungbalai Muhammad Arif Batubara dan istri Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial, Sri Silvisa Novita.

Baca juga: KPK Telusuri Aliran Uang Wali Kota Tanjungbalai lewat Pemeriksaan Terhadap AKP Robin

Ali tak menjelaskan secara rinci alasan kedua saksi mangkir dari panggilan KPK.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved