Breaking News:

Pensiunan Dnas Pariwisata DKI Jakarta Tersangka Mafia Karantina, Dapat Jatah Uang Paling Besar

Polda Metro Jaya sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus mafia karantina kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus mafia karantina kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Satu di antara tersangka yang berinisial S ternyata pensiunan di Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Empat tersangka tersebut adalah S dan W, yang semula mengaku sebagai petugas bandara; JD adalah WNI yang baru pulang dari India; serta GC yang  menjadi tersangka baru kemarin.

"Memang Saudara S yang mengatur,  mulai dari menjemput, ini memiliki kartu pas. Dia dulu mantan pegawai, pensiunan dari Pariwisata DKI, sudah pensiun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/4).

Baca juga: DPR Minta Polri Tindak Tegas Mafia Karantina di Bandara Soetta

Menurut Yusri, polisi memang menemukan kartu pas Dinas Pariwisata DKI Jakarta pada S dan RW.

"Tahu seluk-beluk bandara bahkan bisa keluar. Kami masih dalami kartu pass-nya termasuk anaknya sendiri, si RW, sama bisa ada kartu pas keluar masuk bandara kita dalami," ujar Yusri.

Sebelumnya Yusri mengatakan pihaknya telah menetapkan JD, S, dan RW sebagai tersangka kasus tersebut.

Baca juga: Polisi: Satu Tersangka Mafia Karantina Kesehatan Pensiunan Pegawai Disparekraf DKI

"Sekarang bertambah, inisial GC," kata Yusri..

Menurut Yusri, GC merupakan satu komplotan dengan tersangka S dan RW. GAC berperan meloloskan JD masuk ke Indonesia tanpa melewati karantina.

"Dia ini yang punya peran dan dapat bagian yang cukup besar dari pengiriman yang didapat tersangka yang mengurus ini. Dari Rp6,5 juta dari JD, Saudara GC dapat Rp4 juta bagian," sebut Yusri.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved