Breaking News:

Penanganan Covid

Cegah Penyebaran Covid-19, Menag Minta Sosialisasi Panduan Ibadah Ramadan Diintensifkan

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Sejumlah warga memanfaatkan waktu untuk mengaji sambil menunggu berbuka puasa di Masjid Pekojan Semarang, Jawa Tengah. Pada bulan Ramadan Masjid Pekojan selalu ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah. Setiap masuk waktu salat, jamaahnya selalu ramai hingga menjelang salat tarawih. Keistimewaan lainnya adalah setiap menjelang waktu berbuka puasa selalu tersaji bubur India yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya mengintensifkan sosialisasi Surat Edaran (SE) No 04 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Untuk itu, saya minta jajaran Kemenag, pusat dan daerah untuk mengintensifkan sosialisasi, edukasi, dan pembinaan baik kepada pengurus masjid atau musala maupun masyarakat umum," ujar Yaqut melalui keterangan tertulis, Jumat (30/4/2021).

Menag menegaskan surat edaran ini sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang pengendalian penyebaran Covid-19 pada masa Ramadan, termasuk nanti Salat Idul Fitri.

"Patuhilah prokes serta berkoordinasi selalu dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19,” ucap Yaqut.

Baca juga: Rumah Sakit Darurat Covid Wisma Atlet Gelar Salat Tarawih, Prokes Tetap Terjaga

Seperti diketahui, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Panduan ini melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam bulan Ramadan dan dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang.

Berikut ini panduan yang tertuang dalam Surat Edaran No 03 tahun 2021:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved