Breaking News:

Sambut Mayday, Buruh Apresiasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Langkah pemulihan ekonomi tidak terbengkalai begitu saja di tengah upaya keras bangsa ini memerangi pandemi.

zoom-inlihat foto Sambut Mayday, Buruh Apresiasi Pemulihan Ekonomi Nasional
Ist
Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Percetakan dan Penerbitan dan Media Informasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP PPMI – KSPSI) Arnod Sihite.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pekerja buruh mengapresiasi berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah di bawah koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu belakangan ini di tengah upaya memerangi pandemi Covid-19.

Artinya langkah pemulihan ekonomi tidak terbengkalai begitu saja di tengah upaya keras bangsa ini memerangi pandemi.

"Kita akui bersama bagaimana sulitnya kita di awal-awal Covid ini. Antara upaya di bidang kesehatan dan ekonomi seakan sulit sekali disatukan tapi akhirnya kita bisa membuktikan bahwa kerja keras di sektor kesehatan untuk menerangi Covid tidak pula menelantarkan ekonomi nasional malah bisa seiring sejalan. Covid kita perangi tapi ekonomi juga kita kuatkan. Dan tentu kita harus apresiasi semua ini," kata Wasekjen DPP KSPSI Pimpinan Yoris Raweyai, Arnod Sihite, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Dijelaskan Arnod yang juga anggota LKS Tripartit Nasional yang mewakili unsur Buruh, bahwa kerja keras Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang adalah juga komandan penanganan Covid-19 yang diberi tugas khusus oleh presiden mampu memberikan harapan, termasuk bagi pekerja buruh.

"Banyak terobosan selama ini dalam upaya pemulihan ekonomi nasional itu jelas berdampak bagi dunia usaha yang perlahan mulai tumbuh lagi dan tentu saja berdampak bagi pekerja buruh juga. Harapannya tentu saja situasi sekarang ini kita pertahankan dan berharap ke depan kita bisa lebih baik lagi," ucapnya.

Baca juga: Airlangga: UMKM Digital Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Arnod yang juga ketua tenaga kerja dan SDM  Dewan pimpinan Nasional Masyarakat pertambangan Indonesia itu meyakini, berbagai stimulus program yang dihadirkan pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga seperti upaya penyelamatan sektor UMKM, relaksasi pajak, kartu prakerja, Undang-Undang  Omnibus Law, strategi pencegahan korupsi dan program lainnya sudah mulai kelihatan hasilnya.

"Harus kita akui bahwa ini sudah mulai kelihatan. Jika sudah mulai ada pertumbuhan kembali artinya ke depan kita bisa rebound kembali bahkan bisa lebih baik lagi ekonomi kita," ujarnya.

Bukan hanya itu, agenda digitalisasi UMKM juga menjadi terobosan positif dalam rangka pertumbuhan ekonomi nasional yang harus diapresiasi.

"Artinya masih senapas dengan era industri 4.0 UMKM kita juga didorong ke arah sana. Ekonomi digital yang tumbuh positif belakangan ini tentu saja menjadi perhatian serius pemerintah agar terus berkembang," ucapnya.

Pada peringatan hari Buruh ini tentu pihaknya berharap agar pemerintah tetap menggandeng pekerja buruh sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

Atau upaya lain dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan perang melawan Pandemi Covid-19.

"Kami tentu saja sangat siap bermitra dengan pemerintah. Komitmen buruh sama agar situasi ekonomi nasional cepat pulih dan kita bisa bangkit kembali yang ujungnya kesejahteraan pekerja buruh juga makin meningkat," katanya.

Ditambahkan Arnod, agar Kementerian Tenaga Kerja segera melanjutkan agenda strategis untuk buruh.

"Misalnya BLT BPJS ketenagakerjaan dapat dilanjutkan untuk membantu pemulihan ekonomi dengan harapan pandemi segera berakhir. Bukan hanya itu, program jaminan kehilangan pekerjaan juga sedapat mungkin segera dieksekusi," ujarnya.

"Termasuk tentunya balai latihan kerja agar bisa dikembangkan supaya pekerja bisa lebih produktif dan punya daya saing khususnya untuk menunjang UMKM dan adanya bantuan modal usaha kepada pekerja," pungkas Arnod.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved