Breaking News:

Polisi Pulangkan Puluhan Mahasiswa yang Diamankan Saat Aksi May Day

Penangkapan berlangsung sangat cepat. Mahasiswa yang dianggap melawan petugas langsung digelandang ke dalam mobil.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ratusan buruh dan mahasiswa melakukan unjuk rasa di sekitar Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). Unjuk rasa dilakukan dalam rangka memperingati hari buruh sedunia atau may day serta membawa tuntutan pencabutan omnibus law UU Cipta Kerja dimana buruh meminta Hakim Mahkamah Konstitusi memenangkan uji formil dan uji materiil yang diajukan buruh serta berlakukan upah minimum sektoral kota/kabupaten (UMSK) 2021. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada aksi unjuk rasa memperingati hari Buruh Sedunia, Sabtu (1/5/2021) Polda Metro Jaya melakukan pengamanan kepada puluhan mahasiswa dan setidaknya 22 para Anarko.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengamanan yang dilakukan pihaknya tersebut merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya kerusuhan.

Polisi mengatakan, sebelum para buruh berangkat menggelar aksi, polisi dan perwakilan buruh sudah sepakat untuk melakukan aksi damai.

"Adanya pengamanan mahasiswa tuh gini, jadi saat demo yang terkahir itu, tiba-tiba mahasiswa itu mau gabung, itu (pengamanan) dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Yusri saat dikonfrimasi Tribunnews.com, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Puluhan Mahasiswa Diamankan Saat Aksi May Day, Polisi: Ini Hari Buruh Bukan Hari Mahasiswa

Kendati begitu kata Yusri, pengamanan kepada puluhan mahasiswa tersebut hanya berjalan singkat.

Seluruh mahasiswa yang diamankan pihaknya di Polda Metro Jaya sudah kembali dipulangkan pada kemarin sore.

Baca juga: Airlangga Hartarto: Buruh Tulang Punggung Ekonomi Nasional

"Sudah dipulangkan sejak kemarin sore, mereka datang ke kantor, cuma sebentar beberapa orang itu terus pulang," ungkapnya.

Polisi menyatakan mereka juga memulangkan 22 orang diduga Anarko, yang bahkan kata Yusri saat diperiksa ditemui dari delapan tas anarko yang terbukti mengajak untuk melakukan kerusuhan.

Kendati begitu, karena pihaknya telah melakukan upaya preventif terlebih dahulu, maka keseluruhan anarko itu kata Yusri juga dipulangkan.

Halaman
123
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved