Breaking News:

Survei: Masyarakat Lebih Khawatir Kehilangan Pekerjaan Dibanding Terpapar Covid-19

Edelman Trust Barometer 2021 juga mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan Indonesia terhadap Pemerintah turun

HandOut/Istimewa
Hasil dan temuan di Indonesia dari Edelman Trust Barometer 2021 diluncurkan secara virtual pada 29 April 2021 bersama American Chamber of Commerce dan European Business Chamber of Commerce. Peluncuran disertai diskusi dengan panel ahli. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Berdasarkan hasil sigi Edelman Trust Barometer 2021 menunjukan bahwa virus corona atau COVID-19 bukanlah kekhawatiran terbesar bagi masyarakat Indonesia.

Director Corporate & Public Affairs Edelman Indonesia Maria Tobing memaparkan hasil sigi lembaganya.

Di antaranya menunjukan data, bahwa masyarakat Indonesia lebih khawatir kehilangan pekerjaan dibanding terpapar virus corona.

Baca juga: Soroti Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Ketua Satgas IDI Singgung soal Kasus di India

"Ditemukan bahwa ternyata virus COVID-19 bukanlah kekhawatiran terbesar bagi masyarakat Indonesia; 89% khawatir akan kehilangan pekerjaan sedangkan 75% khawatir tertular virus COVID-19," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (3/5).

Menurut hasil sigi Edelman Trust Barometer 2021, temuan tersebut konsisten dengan adanya kegelisahan umum di Indonesia untuk mempertahankan pekerjaan.

"Dengan 69% responden menyatakan bahwa mereka kehilangan pekerjaan atau jam kerja mereka berkurang," ucapnya.

Ketakutan ini meningkatkan rasa urgensi masyarakat Indonesia terhadap institusi untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang kritis, termasuk meningkatkan sistem kesehatan (+72 poin), menangani kemiskinan (+70 poin) dan meningkatkan kualitas sistem pendidikan (+69 poin).

Baca juga: Kebijakan Fiskal 2022 Dinilai Belum Mendukung Pemulihan Ekonomi Hijau

Tahun ini, Edelman Trust Barometer juga mengukur sebaik apa responden mempraktikkan evaluasi penerimaan dan penyebaran informasi yang baik atau information hygiene yang baik – ditentukan oleh keterlibatan mereka dengan berbagai sumber berita, penghindaran dari echo chambers atau informasi yang berulang-ulang, dan verifikasi informasi sebelum mengkonsumsi dan menyebarkannya.

Studi menunjukkan bahwa hanya 1 dari 4 orang Indonesia telah mempraktikkan proses pengolahan informasi yang baik.

Halaman
123
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved