Breaking News:

Survei Indikator Ungkap 63,7% Publik Puas Terhadap Kinerja Jokowi Tangani Pandemi 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan kepuasan publik terbilang cukup besar terkait kinerja Jokowi. 

Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi Covid-19. 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan kepuasan publik terbilang cukup besar terkait kinerja Jokowi

Terbukti 60,5 persen masyarakat mengaku puas terhadap kinerja Jokowi dalam memerangi pandemi Covid-19, sementara yang mengaku sangat puas tercatat sebanyak 3,2 persen.

Adapun yang mengaku kurang puas tercatat sebesar 31,0 persen. Sementara sebanyak 3,4 persen masyarakat mengaku tidak puas sama sekali terhadap kinerja pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 dan 1,8 persen masyarakat memilih untuk tidak menjawab.

Baca juga: Jokowi: Butuh Sinergi Kekuatan Bangsa Memecahkan Masalah Kesehatan-Ekonomi Akibat Pandemi

"Jadi, kalau ditanyakan kepuasan terhadap presiden dalam menangani wabah Covid-19, 63,7 persen mengaku puas dan cukup puas. Yang mengatakan tidak puas atau tidak puas sama sekali 34,4 persen. Jadi mayoritas masyarakat masih puas terhadap kinerja presiden," ujar Burhanuddin dalam rilis survei bertajuk 'Persepsi Ekonomi dan Politik Jelang Lebaran', Selasa (4/5/2021). 

Bahkan, Burhanuddin menyinggung bahwa selama pandemi Covid-19, jarang ada kepala negara yang mendapatkan tingkat kepuasan dalam survei kinerjanya dari masyarakat di atas 60 persen. 

Karenanya, hasil survei kali ini membuktikan Indonesia sebagai salah satu yang memiliki warga yang relatif menerima kebijakan dan kinerja kepala negaranya. 

"Terkait Covid jarang di dunia negara-negara yang pemimpinnya atau pemerintahannya mendapatkan approval rating di atas 50 persen dalam kondisi pandemi seperti sekarang," kata Burhanuddin. 

"Indonesia relatif baik aprroval ratingnya, salah satunya dugaan saya karena memang ada penurunan tingkat ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi secara sistematik dalam satu tahun terakhir," imbuhnya. 

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved