Breaking News:

Korupsi Bansos Covid di Kemensos

Eks Mensos Juliari Batubara Kerap Sewa Pesawat Pakai Dana Hibah Kemensos

Hartono mengkonfirmasi pertanyaan hakim bahwa Juliari kerap berkunjung ke beberapa daerah. Antara lain ke Medan, Natuna, dan Luwu Utara. 

Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 yang juga mantan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2021). Sidang beragendakan pembacaan dakwaan terkait kasus yang juga menyeret dua terdakwa lainnya, mantan pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang terkait kasus korupsi yang melibatkan eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara di Pengadilan Tinggi Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi, Rabu (5/5/2021). 

Sekjen Kemensos Hartono, yang diperiksa sebagai saksi, memaparkan bahwa dana hibah sumbangan masyarakat undian berhadiah gratis ternyata menjadi sumber dana untuk menyewa pesawat charter ketika Juliari blusukan ke daerah. 

Dalam kesempatan itu, Hartono mengkonfirmasi pertanyaan hakim bahwa Juliari kerap berkunjung ke beberapa daerah.

Antara lain ke Medan, Natuna, dan Luwu Utara. 

Untuk kedua lokasi terakhir, Hartono mengatakan Juliari menyambanginya menggunakan pesawat charter yang disewa dengan sumber biaya dari sumber hibah dalam negeri.

"Sumber biaya charter pesawat yang terkait lokasi bencana, dan pulau kecil pesisir tertinggal dimungkinkan dari sumber biaya hibah dalam negeri," ujar Hartono, ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (5/5/2021).

"Dalam DIPA ada khusus anggaran pesawat guna mobilisasi menteri?" tanya hakim Damis kepada Hartono kembali. 

"Keperluan ke daerah tertentu dimungkinkan hibah dalam negeri," timpal Hartono.

Baca juga: Terbukti Suap Eks Mensos Juliari, Harry Van Sidabukke Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp100 Juta

Hakim lantas menanyakan perihal sosok pemberi dana hibah yang dimaksud Hartono.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved