Breaking News:

Formappi Sampaikan 8 Catatan Kritis Terkait Fungsi Pengawasan DPR

Peneliti Formappi bidang Anggaran, Yohanes Taryono menjabarkan ada delapan catatan kritis terhadap fungsi pengawasan yang dilakukan DPR.

Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (18/6/2020). 

Formappi mencatat, selama MS IV, Komisi yang melakukan tindak lanjut temuan-temuan BPK, hanya dilakukan oleh satu Komisi, yaitu Komisi V.

"Laporan hasil audit BPK pun tak bermakna apa-apa, sekadar formalitas saja," ucapnya.

Ketiga, terkait perubahan usia penerima prioritas vaksin Covid 19 dari semula diprioritaskan bagi warga berusia 18-59 tahun menjadi usia 60 tahun ke atas, sikap DPR tak terlihat kritis.

Keempat, pelaksanaan fit and proper test masih terlihat sekedar formalitas.

Hal itu terlihat dalam proses fit and proper test terhadap calon Kantor Akuntan Publik (KAP).

"Momisi XI DPR tak cukup serius menggali visi dan misi peserta demi memastikan kesiapan mereka untuk mengaudit BPK yang oleh Komisi XI dinilai masih kurang akuntabel dalam memberikan penilaian terhadap hasil audit yang dilakukan," katanya.

Kelima, seperti pada masa sidang sebelumnya, Badan Musyawarah selalu menyertakan keberadaan 9 Tim Pemantau dan Tim Pengawas, akan tetapi informasi mengenai bidang pekerjaan, kegiatan maupun laporan hasil kerja tim-tim itu tak pernah jelas.

Kecenderungan menyepelekan peran Tim-Tim itu terlihat misalnya dalam kasus pemulihan Pilkada Aceh pada tahun 2022 sesuai dengan UU Otonomi Khusus Aceh.

Hal ini bukannya dibahas dan dipantau oleh Tim Pemantau pelaksanaan Otonomi Khusus bentukan DPR, tetapi justru dibahas oleh Komisi II bersama DPR Aceh.
Keenam, DPR mengingkari beberapa target yang ditentukan sebagai prioritas di MS IV.

Hal itu terlihat melalui ketiadaan kegiatan AKD mengawasi permasalahan Asuransi Jiwasraya dan Dana Investasi ASABRI, ambivalennya sikap DPR dalam mengawasi kebijakan fiskal, tidak adanya uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Duta Besar.

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved