Breaking News:

Formappi Sampaikan 8 Catatan Kritis Terkait Fungsi Pengawasan DPR

Peneliti Formappi bidang Anggaran, Yohanes Taryono menjabarkan ada delapan catatan kritis terhadap fungsi pengawasan yang dilakukan DPR.

Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (18/6/2020). 

Ketujuh, pengawasan merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi DPR yang sangat strategis.

Aspek-aspek pengawasan itu sendiri secara teroritis mencakup pencegahan, koreksi dan perbaikan atas suatu obyek yang jelas.

Tujuannya adalah untuk menjamin ketepatan pelaksanaan sesuai dengan rencana, mencegah pemborosan atau penyelewengan, dan memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang terjadi.

"Jika pengawasan dilakukan secara seksama/cermat dan akurat serta rekomendasinya tegas, maka tujuan nasional dalam bernegara akan tercapai. Sebaliknya jika pengawasan hanya dilakukan ala kadarnya, maka tujuan nasional akan sulit terwujud," ucapnya.

Kedelapan, menyimak pelaksanaan pengawasan DPR selama MS IV TS 2020-2021 terhadap empat aspek yang ala kadarnya, tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, bahkan ada yang mangkir mengawasi, dan rekomendasinya tidak tegas.

Bahkan antara Komisi IV dan Komisi VI terdapat perbedaan terkait rencana impor beras.

"Oleh karena itu janji Ketua DPR Puan Maharani pada Pidato Pembukaan MS IV yang akan terus melakukan pengawasan yang diarahkan pada penanganan Covid-19 dan upaya pemulihan sosial serta ekonomi dampak pandemi, keberlanjutan pembangunan nasional maupun penyelenggaraan pemerintahan Negara dapat terwujud patut diragukan," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved