Breaking News:

Kemenag Prihatin Banyak Siswa Tidak Bisa Baca Alquran

Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Rohmat Mulyana Sapdi mengaku prihatin atas rendahnya kemampuan siswa dalam membaca Alquran.

Tribunnews/Herudin
Membaca Alquran. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Rohmat Mulyana Sapdi mengaku prihatin atas rendahnya kemampuan siswa dalam membaca Alquran.

Data Kementerian Agama menunjukan masih banyak siswa sekolah yang belum bisa membaca Alquran.
Menyikapi hal tersebut, Kemenag terus berupaya meningkatkan kompetensi guru dalam pengajaran baca tulis Alquran.

"Ini menjadi keprihatinan kita semua dengan banyaknya siswa yang tidak bisa membaca alquran," kata Rohmat melalui keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, kondisi itu disebabkan beberapa faktor.

Baca juga: Bulan Ramadan, Antam Salurkan 7000 Paket Sembako dan Sedekah Alquran

Di antaranya jumlah siswa yang tidak sebanding, minat siswa kurang, motivasi keluarga, dan kompetensi guru.

"Apa yang dilakukan hari ini adalah upaya meningkatkan kompetensi guru dan mendorong guru semakin giat menjalanka tugas pembelajarannya, termasuk mencegah dampak lebih jauh pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diberlakukan dalam setahun terakhir,” ujar Rohmat.

Sebanyak 40 guru PAI mengikuti wokshop Subdit PAI SD/SDLB.

Baca juga: Cara Ustaz Solmed Peringati Malam Nuzulul Quran, Ikut Bagikan Kursi Roda untuk Disabilitas

Mereka berasal dari Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

Selain pelatihan baca dan tulis alquran yang benar berdasarkan ilmu tajwid, peserta juga dilatih menulis Arab indah (khatt al-jamil) yang dipandu guru dari Pesantren Lemka Sukabumi, Jawa Barat.

Ia berharap, guru yang telah mengikuti workshop dapat melanjutkan pengetahuannya dalam pembelajaran di kelas.

Melalui pembelajaran yang nyaman agar siswa yang tidak bisa baca teratasi, begitu juga yang sudah bisa baca makin meningkat.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved