Breaking News:

Lebaran 2021

Pelarangan Mudik, Aktivitas Bus AKAP dan AKDP Dihentikan Kecuali di Pulo Gebang dan Kalideres

Aktivitas bus AKAP dan AKDP hanya diperbolehkan di terminal Pulo Gebang dan Kalideres saja selama pelarangan mudik lebaran.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Calon penumpang menunggu bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (30/7/2020). Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan tidak ada pelarangan mudik pada libur Iduladha 1441 Hijriah dengan melakukan antisipasi untuk pengaturan lalu lintas kendaraan dan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono memastikan seluruh aktivitas bus AKAP dan AKDP dihentikan selama pelarangan mudik lebaran yang dimulai pada 6-17 Mei 2021.

Hanya, aktivitas bus AKAP dan AKDP hanya diperbolehkan di terminal Pulo Gebang dan Kalideres saja selama pelarangan mudik lebaran.

"AKAP dan AKDP semua dihentikan kecuali di Pulo Gebang dan Kalideres. Namun, untuk antarprovinsi wilayah di Jabodetabek tetap diizinkan," kata Istiono dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Wiku: Pemerintah Meniadakan Mudik Apapun Bentuknya

Dijelaskan Istiono, nantinya hanya ada 3.000 bus yang diperbolehkan beroperasi di seluruh Indonesia selama pelarangan mudik ini. Bus ini nantinya diberikan stiker penanda khusus.

"Seluruh Indonesia bus yang kita berikan penandaan dengan stiker kita beri 3.000-an. Masih ada 3.000 bus yang akan melayani masyarakat di seluruh Indonesia. Kita harapkan penandaan ini mempermudah kepolisian untuk melakukan pengawasan," jelasnya.

Ia mengungkapkan bus ini bakal mengangkut penumpang yang masih diperbolehkan untuk melakukan perjalanan selama peniadaan mudik. Adapun persyaratan ini bakal diperiksa sebelum penumpang bus di terminal keberangkatan.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Pelni Alihfungsikan 26 Kapal Penumpang Angkut Obat-Obatan

"Ada beberapa orang masih diperbolehkan melakukan perjalanan selama peniadaan mudik. Ada pegawai negeri, TNI-Polri untuk keperluan tugas. Ada juga masyarakat untuk kepentingan ada kematian, sakit dan sebagainya, termasuk ibu hamil," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Istiono, Polri juga telah mengusulkan agar masyarakat yang memiliki kepentingan khusus untuk menjalankan pemeriksaan tes Swab antigen maupun tes Genose-C19.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Terminal Baranangsiang Sepi Penumpang

“Di sini dilakukan random tes kaitannya dengan Covid-19. Semua persyaratan dicapai, kemudian mereka baru bisa melakukan aktivitas,” tukasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved