Breaking News:

Seleksi Kepegawaian di KPK

Polemik Tes ASN KPK, Sahroni Percaya Sudah Patuhi UU, BW Sebut Insan Terbaik Sedang Disingkirkan

Bambang Widjojanto (BW) dan Ahmad Sahroni berbeda pendapat saat menanggapi polemik tes kepegawaian KPK.

KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Logo KPK. Bambang Widjojanto dan Ahmad Sahroni berbeda pendapat saat menanggapi polemik tes kepegawaian KPK. 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni ikut menanggapi isu puluhan karyawan KPK yang terancam dipecat karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan.

Adapun tes ini diambil sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai amanat Undang-Undang KPK yang baru.

Isu yang beredar, KPK dikabarkan memecat sekitar 75 pegawainya yang tidak lolos tes tersebut.

Termasuk di dalamnya para penyidik senior KPK, seperti Novel Baswedan.

Publik pun menangkap hal janggal dalam tes ini.

Terlebih, adanya beberapa daftar pertanyaan yang dinilai tak masuk akal.

Bahkan, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut ketidaklulusan sejumlah pegawai dalam tes sudah dirancang sejak awal.

Ahmad Saroni menyampaikan tes yang dilakukan sudah sesuai dengan amanat UU KPK.

Sementara, Bambang Widjojanto menyebut tes ini semakin menunjukkan insan terbaik di KPK sedang disingkirkan.

Baca juga: Dewas Harap Putusan MK Soal Penyadapan dan Penyitaan Perkuat Kerja KPK

Berikut beda tanggapan antara Bambang Widjojanto dan Ahmad Sahroni terkait isu tes ASN KPK:

Halaman
1234
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved