Pilpres 2024
Survei LP3ES: Capres Terkuat 2024 Masih Dipegang Prabowo
Soal popularitas, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di urutan pertama dengan 27,6 persen
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain partai politik, Lembaga Pendidikan, Penelitian, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) juga melakukan survei terhadap tokoh-tokoh yang berpeluang kuat jadi capres pada pemilu tahun 2024 mendatang.
Elektabilitas tertinggi masih dipegang oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan 16,4 persen, disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 12,8 persen.
Peringkat ketiga ada nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 9,6 persen.
Menariknya, ada nama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono(AHY) di bawah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 8,8 persen.
Baca juga: Ini 3 Kemungkinan Skenario di Pilpres 2024, Diantaranya Prabowo Vs Anies
Hal ini menjadikan AHY satu-satunya tokoh non pejabat publik yang masuk dalam lima besar tokoh nasional dengan elektabilitas tertinggi.
Di bawah AHY ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 7,5 persen serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, dengan elektabilitas 6,2 persen.
Baca juga: Survei Capres Litbang Kompas: Prabowo, Anies, dan Ganjar Bersaing Jika Pilpres Diadakan Saat Ini
Soal popularitas, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di urutan pertama dengan 27,6 persen, diikuti oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri (23,3 persen).
Di luar dugaan, popularitas Ketua Umum Partai Demokrat AHY berada di posisi ketiga dengan 21,5 persen, diikuti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 6,8 persen dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (6,1 persen).
Pengumpulan data survei ini dilakukan pada 8-15 April 2021, melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur oleh 120 enumerator. Jumlah sampel 1.200 responden, terbagi secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih (penduduk usia dewasa) yang tercatat pada Pemilu 2019.
Adapun, sampel yang ditentukan dengan acak bertingkat (Multistage Random Sampling). Dengan Margin of Error +/- 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Peneliti LP3ES, Erwan Halil mengatakan bahwa dalam survei ini pihaknya juga mencari tahu alasan para respondennya memilih tokoh-tokoh tersebut untuk dijadikan preferensi sebagai Presiden. Setidaknya, dia melihat ada lima alasan teratas.
Pertama faktor berani (9,7 persen), diikuti oleh pengalaman (9,3 persen), merakyat (7,9 persen), cerdas dan memberi solusi (7,5 persen) serta berwibawa (6,1 persen).
"Berani dan berpengalaman menjadi alasan utama responden dalam memilih tokoh sebagai calon presiden. Disusul alasan merakyat, cerdas memberi solusi, dan tegas," ujar Erwan dalam pernyataannya, Rabu(5/5/2021).
Survei juga melihat karakteristik politisi yang dianggap merakyat di mata pemilih, paling dominan adalah membela hak-hak rakyat di parlemen (34,9 persen), sering melakukan dialog dengan masyarakat (26,6 persen) dan sering berkumpul bersama masyarakat (21,7 persen).
Masuk Posisi Teratas Survei Capres 2024, Prabowo Subianto Santai, Gerindra: Peluang Masih Terbuka
Nama Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto selalu masuk dalam posisi teratas dalam survei Calon Presiden 2024.
Menanggapi hal itu, Prabowo merespons santai.
Mantan Danjen Koppasus itu lebih memilih berlalu dan masuk ke dalam mobilnya usai menerima kunjungan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu bersama jajarannya di kantor DPP Gerindra, di Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021).
Baca juga: PKS Minta Dukungan Prabowo Soal RUU Perlindungan Tokoh Agama
"Oh ya? Oh ini mobil saya, (sambil menunjuk mobilnya)," kata Prabowo.
Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, hasil survei Calon Presiden untuk saat ini masih terlalu dini untuk dibicarakan.
Baca juga: Prabowo Subianto Merasa Nostalgia Saat Bertemu Jajaran DPP PKS
Pasalnya, Partai Gerindra masih dalam tahap pengutan di tingkat akar rumput dan proses konsolidasi.
"Kalau kita ngomong 2024 masih terlalu dini, pada saat ini Gerindra sedang dalam tahap konsolidasi partai. Kami akan menguatkan partai sampai ke akar rumput nanti ada waktunya sampai kita bicara soal pilpres di 2024," ujar Dasco.
Terkait peluang, Dasco menilai nama Prabowo untuk maju di kontestasi Pilpres 2024 masih terbuka.
Namun hal itu belum pernah dibahas dengan Prabowo.
"Kalau soal peluang usulan memang ada tapi sampai sekarang di DPP belum pernah kami bahas dan juga spesifik pada pak Parbowo belum pernah kita bicarakan, santai aja santai," pungkasnya.
Hasil Litbang Kompas
Hasil survei Litbang Kompas pada April 2021 menunjukkan tiga nama tokoh yang dinilai layak menjadi presiden.
Mereka adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dikutip dari Kompas.id, Prabowo menduduki posisi tertinggi dengan 16,4 persen responden pemilih, disusul Anies 10 persen, dan Ganjar 7,3 persen.
Baca juga: Survei Indikator: 74 Persen Responden Menilai Prabowo Pantas Jadi Menteri Presiden Jokowi
Pada urutan berikutnya, ada nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan 3,7 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 3,4 persen, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,3 persen.
Selanjutnya, ada nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan perolehan 3,1 persen, Menteri Sosial Tri Rismaharini sebesar 2,4 persen.
Ada pula nama tokoh lainnya seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebesar 2,1 persen, dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sebesar 2 persen.
Sementara itu, untuk responden yang tidak menjawab atau rahasia diketahui sebesar 21,4 persen.
Menariknya, nama Presiden Joko Widodo juga masih masuk dalam elektabilitas tertinggi di masyarakat dengan perolehan melebihi Prabowo yaitu 24 persen.
Baca juga: Survei Terbaru Indikator: Ganjar Capres Teratas Disusul Anies dan Prabowo
Namun, seperti diketahui bahwa Jokowi tidak akan mencalonkan diri dalam Pilpres 2024 karena Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengatur tentang jabatan presiden maksimal dua periode.
Oleh karena itu, survei Litbang Kompas kemudian berlanjut menelusuri jawaban responden pemilih Jokowi.
Pertanyaan pun diubah menjadi, jika ada pemilihan Presiden 2024, Joko Widodo tidak dapat mencalonkan diri, siapa calon presiden yang akan Anda pilih.
Jawaban pun tetap sama di mana menempatkan tiga besar tokoh yang dipilih masyarakat adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Prabowo, pada pemilih Joko Widodo mendapat tambahan suara sebesar 5 persen. Maka, jika ditambahkan dari perolehan sebelumnya yaitu 16 persen, menjadi 21 persen.
Sementara itu, di posisi kedua ada Anies yang mendapatkan perolehan suara 2 persen dari pemilih Jokowi. Sebelumnya, Anies mendapat perolehan 10 persen, maka menjadi 12 persen.
Untuk Ganjar Pranowo mendapat tambahan 3 persen dari pemilih Jokowi. Sebelumnya, Ganjar mendapat perolehan suara 7 persen, maka menjadi 10 persen jika ditambahkan pemilih Jokowi.(Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-terima-laporan-kenaikan-pangkat-10-pati-kemhan_20201101_211428.jpg)