Breaking News:

Israel Serang Jalur Gaza

Ramai Hina Palestina Lewat Aplikasi TikTok, Komisi I DPR Minta Kominfo Lakukan Upaya Preventif

Komisi I DPR RI meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan tindakan preventif hingga peneguran ke TikTok jika ada konten buruk

Tribunnews.com, Chaerul Umam
Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Media sosial diramaikan dengan penghinaan Palestina melalui aplikasi Tiktok.

Komisi I DPR RI meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan tindakan preventif hingga peneguran ke TikTok jika ada konten buruk.

"Saya kira Kominfo dalam monitoring aktivitas itu yang sekiranya akan membuat situasi tidak kondusif tentunya harus ada upaya preventif, sebagaimana kadang konten-konten yang ini harus diperingatkan," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

"Kalau memang membahayakan harus ditegur ke TikTok-nya, kan yang bisa men-take down TikTok atas masukan Kominfo misalnya, karena ada kondisi begitu," imbuhnya.

Di sisi lain, Kharis menyebut persoalan media sosial ini menjadi ranah UU ITE.

Menurutnya, jika dimanfaatkan dengan tidak benar, siapa pun bisa dijerat UU ITE.

"Terkait social media, tentunya UU ITE menjadi rujukan, sepanjang TikTok itu untuk keperluan positif, tidak untuk sebarkan berita bohong, tidak untuk diskreditkan orang atau pihak atau organisasi nggak masalah, tapi kalau sudah masuk ranah seperti yang kamu sampaikan itu, ya akan berhadapan dengan UU ITE," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian RI memutuskan menahan petugas kebersihan (cleaning service) berinisial HL (23) usai video provokasi dengan ucapan yang tidak pantas terhadap kasus yang dialami Palestina viral di media sosial Tiktok.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Komisaris Besar Polisi Artanto menyampaikan pelaku ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (16/5/2021) kemarin.

"Betul sudah jadi tersangka, kasus ujaran kebencian. Kemarin sudah dilakukan penahanan," kata Kombes Artanto kepada wartawan, Senin (17/5).

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved