Breaking News:

Penanganan Covid

Untuk Pencegahan Covid-19, Pemudik dari Sumatera Harus Penuhi Syarat Ini Jika Ingin Balik ke Jawa

Pengintensifan skrining berlapis ini khususnya diberlakukan di sejumlah hot spot dan sudah diterapkan sejak 15 Mei lalu.

dok.
Polisi mengatur kendaraan di titik penyekatan di ruas tol Jakarta-Cikampek. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Skrining berlapis diterapkan pemerintah sebagai upaya antisipasi penularan Covid-19 akibat pergerakan arus balik pemudik.

Pengintensifan skrining berlapis ini khususnya diberlakukan di sejumlah hot spot dan sudah diterapkan sejak 15 Mei lalu.

Dengan rincian, bagi pelaku perjalanan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa harus melaui rapid tes antigen wajib di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Upaya ini ditangani langsung oleh Satgas khusus yang dikoordinasi Satgas Covid-19 Lampung.

Skrining berlapis di pintu keluar - masuk Pulau Sumatera ini, dikarenakan dalam 1,5 bulan terakhir atau periode Januari - Mei terjadi peningkatan angka kasus dan angka kematian di provinsi-provinsi di Pulau Sumatera.

Baca juga: Keluarga Terpapar Covid-19, Paula Verhoeven Pakai APD Lengkap saat Menjenguk, Hanya Lihat dari Mobil

Selain di Pulau Sumatera, pengetatan juga dilakukan bagi para pelaku perjalanan menuju Jakarta yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan wilayah lainnya di Pulau Jawa.

Para pemudik ini akan dikenakan tes kesehatan secara acak di titik-titik penyekatan.

Seperti di jalan tol dan jalan nasional yang dilakukan bersama oleh satgas daerah, dinas kesehatan, unsur Polri, maupun unsur pengelola fasilitas jalan tol.

"Perlu ditekankan, baik mandatory check tetap berlaku bagi pelaku perjalanan yang memanfaatkan moda transportasi udara, kereta api, laut maupun penyeberangan. Dan random testing bagi perjalanan rutin moda transportasi laut dan darat di seluruh Indonesia," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pada konferensi pers virtual, Selasa (18/5/2021).

Meski telah melarang mudik lebaran tahun ini, namun hasil survei Kementerian Perhubungan memeprkirakan pemudik melebihi 1,5 juta orang. Dan para pemudik itu juga diperkirakan akan kembali lagi ke kota-kota besar terutama ibukota Jakarta dengan pergerakan puncak arus balik diprediksi setelah tanggal 21 Mei 2021.

Halaman
12
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved