Breaking News:

Kasus Suap PK

Tiga Saksi Akui Tanah Seluas 5.945 Meter Persegi Milik Mereka Dibeli PNS Tajir Rohadi

Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Eks Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Rohadi. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dengan terdakwa mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, Kamis (27/5/2021).

Dalam sidang kali ini tiga orang saksi bernama Jasman, Turyana, dan Rustini dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Mereka dihadirkan di ruang sidang guna mendalami soal pembelian tanah yang masih terkait dengan Rohadi.

Jasman selaku tetangga Rohadi membenarkan tanahnya di Desa Cikedung Lor, Indramayu, Jawa Barat seluas 3.072 meter persegi dibeli Rohadi sekitar tahun 2007-2008 seharga Rp120 juta.

Baca juga: Aset Mewah Rohadi si PNS Tajir yang Didapat dari Hasil Cuci Uang: Beli 7 Bangunan dan 21 Mobil

"Iya betul semuanya," kata Jasman yang terhubung secara daring.

Tanah tersebut dibeli dengan pembayaran secara bertahap sebanyak dua kali sebesar Rp 70 juta dan Rp 50 juta.

Saat dibeli Rohadi, tanahnya belum memiliki sertifikat.

Sementara Turyana, mengakui tanahnya seluas 1.400 meter persegi di Blok Sukaraja, Desa Cikedung Lor, Indramayu, Jawa Barat dibeli Rohadi sebesar 80 kilogram gabah per 100 bata atau jika dirupiahkan senilai Rp 50 juta.

Baca juga: PROFIL Rohadi si PNS Tajir yang Terjerat Kasus Cuci Uang, Disebut KPK Punya Hotel hingga Rumah Sakit

Bata sendiri adalah satuan tanah yang banyak digunakan untuk area pertanian.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved