Breaking News:

Elite PDIP dan Demokrat Saling Sindir, Persaingan Megawati dengan SBY di Masa Lalu Diungkit Lagi

PDIP dapat memenangkan Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 bukan karena kader utama PDIP yang dicalonkan, yakni Joko Widodo (Jokowi).

Kolase/Tribun Jakarta
SBY dan Megawati 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Petinggi PDIP dan Demokrat saling sindir.

Hal itu diawali dari pernyataan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang mengatakan PDIP tak ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat karena memiliki basis ideologi berbeda.

"Pernyataan bahwa PDIP tidak mungkin berkoalisi dengan Demokrat pada kenyataannya sejak Pilpres 2004 memang belum pernah terjadi. Bukan karena soal ideologi, ngerti apa Hasto soal ideologi? Terlalu jauh kalau soal ideologi,"  kata Hasto dalam diskusi daring bertajuk 'Membaca Dinamika Partai dan Soliditas Koalisi Menuju 2024', yang digelar Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief  menyebut PDIP tak akan mungkin berkoalisi dengan Demokrat.

Baca juga: Sekjen PDIP: Ada yang Juluki SBY Itu Bapak Bansos Indonesia

Andi mengatakan keengganan PDIP berkoalisi dengan Demokrat didasari fakta di masa lalu bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu takluk oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan kader Demokrat.

Diketahui pada pemilihan presiden 2004 dan 2009, Megawati mengalami kekalahan dari SBY.

"Persoalan sesungguhnya itu karena PDIP dua kali berhadapan dengan kader Demokrat yaitu SBY selalu mengalami kekalahan," kata Andi Arief kepada wartawan, Jumat (28/5/2021).

Bahkan, lanjut Andi, PDIP dapat memenangkan Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 bukan karena kader utama PDIP yang dicalonkan yakni Joko Widodo (Jokowi).

Andi mengatakan bahwa Jokowi bukan merupakan kader yang dididik di PDIP sejak lama.

"Jauh lebih lama Puan Maharani atau pun Megawati sendiri. Jokowi sebagai kader kost di PDIP pun bukan mengalahkan kader Demokrat. Bahkan prestasi dalam menjabat kita bisa saksikan jauh lebih baik di zaman kader Demokrat menjadi presiden hampir di semua bidang," ucapnya.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved