Breaking News:

PSI Dampingi Anak Korban Pemerkosaan dan Perdagangan Orang di Bekasi

PSI bertemu dengan keluarga anak korban pemerkosaan dan perdagangan orang yang terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Tersangka kasus pencabulan AT (21) yang merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi saat di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (21/5/2021). 

Menurut sang ayah, ancaman ini dilakukan agar keluarganya menerima tawaran damai pelaku.

Namun dirinya bergeming dan menginginkan pelaku diproses secara hukum dan mendapat hukuman yang setimpal.

Baca juga: Niat AT Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Menikahi Korban Pelecehan Seksual Dinilai Tak Tulus

Imelda mengatakan, PSI akan mendampingi korban dan keluarganya untuk mendapatkan keadilan.

“Teror dan intimidasi pada pencari keadilan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan mendampingi korban dan keluarganya dalam kasus ini,” kata Imelda dalam keterangan tertulis, Senin (31/5/2021).

PSI, menurut Imelda, akan mengawal kasus ini agar tidak dibelokkan menjadi kasus perzinahan yang bisa diselesaikan secara damai, termasuk dengan menikahkan korban dengan pelaku.

“Menurut kami, kasus kekerasan, pemerkosaan pada anak di bawah umur dan perdagangan orang harus segera diselesaikan secara hukum dengan memberikan keadilan pada korban dan keluarganya. Menikahkan korban yang masih di bawah umur dengan pelaku, selain melanggar Undang-undang Perkawinan juga akan semakin membuat korban menderita sepanjang hidupnya. Kasus ini harus diselesaikan sesuai hukum,” tegas Imelda.

PSI juga akan mendampingi korban untuk menjalani pemulihan secara psikologis.

“Kita harus memahami, korban yang masih di bawah umur pasti mengalami trauma psikologis yang sangat besar. Pengungkapan kasus ini juga tidak boleh membuat trauma yang dialami korban menjadi semakin besar,” kata Imelda.

Ketua DPD PSI Kota Bekasi Tanti Herawati mengatakan, PSI Kota Bekasi akan membantu keluarga korban untuk terhindar dari ancaman dan intimidasi yang masih terjadi.

“Pertama tentu dengan melapor kepada polisi dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Jika mereka terus mendapat teror, kami akan mencoba pilihan-pilihan lain, seperti memindahkan korban dari rumahnya sekarang,“ ujar perempuan yang akrab dengan panggilan Hera ini.

Halaman
1234
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved