Breaking News:

BP2MI Ungkap Pentingnya Pemerintah Antisipasi Kedatangan Pekerja Migran Indonesia Dari Malaysia

BP2MI mengungkapkan pentinganya pemerintah mengantisipasi kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri, khususnya dari Malaysia.

Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Tatang Budie Utama Razak 

Tatang mengatakan ini perlu diantisipasi jika ada langkah kebijakan Malaysia yang menganggap kedatangan warga asing ini menjadi persoalan.

Malaysia sendiri punya kebijakan dalam beberapa tahun terakhir yang menurutnya merugikan, baik dari sisi pekerja migran ilegal dan negara asal pekerja migran tersebut.

"Mereka tidak mau bergain sharing. Pemulangan deportan ditanggung oleh individu atau negara asal PMI," ujarnya.

Baca juga: BP2MI Tunggu Kepastian Taiwan Cabut Penangguhan Penempatan PMI Hingga Pertemuan Selanjutnya

BP2MI menyatakan total ada 49.682 PMI yang telah habis masa kontrak kerjanya selama bulan April-Mei 2021 diseluruh dunia.

Walaupun tidak semuanya akan pulang, menurutnya tetap perlu diantisipasi.

"Berdasarkan pengalaman tahun lalu, memang kepulangan yang biasanya minimal menjadi maksimal karena kondisi ekonomi di berbagai negara tersebut, sehingga mereka tidak diperpanjang kontraknya oleh pengguna," ujar Tatang.

Sekiranya ada 7.300 deportan asal Indonesia yang tercatat di detensi imigrasi Malaysia yang siap di deportasi.

Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha mengatakan percepatan kepulangan deportan dari Malaysia diperlukan karena masalah kemanusian.

Banyak WNI deportan yang tertahan di detensi keimigrasian ketimbang di penjara.

Karena itu, penting untuk memulangkan para deportan dengan segera, khususnya bagi kelompok rentan, yakni wanita, anak-anak, serta WNI yang sakit.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved