Breaking News:

Israel Serang Jalur Gaza

SMRC: Mayoritas Umat Muslim dan Nonmuslim Indonesia Ingin Palestina-Israel Hidup Berdampingan

Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan kalau sikap masyarakat Indonesia terpecah dalam memandang jalan keluar konfli

Warta Kota/Henry Lopulalan
Gerakan Perkerja Muslim Indonesia saat aksi damai solidaritas mendukung Palestina di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS), Jalan Medan Merdeka Jakarta, Jumat (28/5/2021). Para buruh tersebut mendesak dunia internasional melalui forum PBB menyeret Israel ke Mahkamah Internasional karena telah melanggar hukum internasional dan mengakibatkan krisis kemanusiaan dalam agresi militer yang mereka lakukan di wilayah Palestina. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan kalau sikap masyarakat Indonesia terpecah dalam memandang jalan keluar konflik antara Israel Palestina

Adapun menurut temuan SMRC tersebut, kelompok masyarakat itu terbagi antara mereka yang tidak mengakui keberadaan negara Israel dan yang mengakui negara Israel beserta Palestina keduanya harus diakui dan hidup berdampingan.

Dalam survei ini menunjukkan kalau mayoritas masyarakat Indonesia yakni sebesar 88 persen mengetahui bahwa telah terjadi peningkatan konflik antara Israel dan Palestina beberapa waktu terakhir.

Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando mengatakan, dari yang mengetahui konflik antara Israel dan Palestina ini, kembali terbagi menjadi dua kelompok, antara yang Muslim dan Non-muslim.

Data itu diungkapkan Ade, dalam peluncuran hasil survei SMRC bertajuk 'Sikap Publik Nasional terhadap Konflik Israel dan Palestina' yang diselenggarakan secara daring pada Senin (31/5/2021).

Dalam paparannya Ade mengatakan kalau mayoritas seluruh umat beragama di Indonesia mengakui keberadaan Negara Palestina dan Israel serta meyakinkan kalau keduanya layak hidup berdampingan.

Namun kata Ade, umat Non-muslim paling dominan dalam memilih opsi tanggapan tersebut.

"Warga Muslim yang memilih opsi mengakui keberadaan kedua negara hidup berdampingan ada 32 persen, sedangkan yang memilih opsi tidak mengakui keberadaan negara Israel ada 43 persen, dan yang tidak punya pendapat ada 25 persen," kata Ade dalam paparannya, dikutip Selasa (1/6/2021).

Selanjutnya kata Ade, mayoritas dari masyarakat non-Muslim yakni sebanyak 56 persen memilih opsi mengakui keberadaan kedua negara.

Baca juga: Survei SMRC: 48 Persen Masyarakat Indonesia Berharap Pemerintah Dukung Palestina

"Sedangkan yang setuju dengan opsi bahwa negara Israel tidak boleh diakui karena berdiri atas tanah palestina ada 28 persen, dan yang tidak punya pendapat ada 16 persen," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved