Breaking News:

Analisis Pengamat Soal Beberapa Pertimbangan Jokowi Tunjuk Airlangga Pimpin Sherpa Track G-20

Di bawah kepemimpinan Indonesia tahun depan, G-20 akan mengangkat tema besar 'Recover Together, Recover Stronger

Istimewa
Presiden Joko Widodo bersama Meko Perekonomian sekaligus Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto memantau vaksinasi di DIY dan Jateng (10/3/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menyatakan, penunjukkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, untuk pimpin Sherpa Track G-20 karena beberapa pertimbangan.

Emrus mengatakan satu di antara pertimbangannya adalah Airlangga dipercaya atas kapabilitasnya.

"Jadi, memang penunjukan tersebut karena Pak Jokowi melihat kapabilitas dan trust beliau terhadap Airlangga untuk selenggarakan itu," ujarnya, Rabu (2/6) malam.

Emrus berujar, faktor lainnya karena relasi dan kemampuan manajerial. G-20 merupakan kelompok berprestise karena diisi 19 negara plus Uni Eropa dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia.

Karenanya, perlu persiapan matang dan sukar dilakukan tanpa seorang ahli.

Baca juga: Apa Itu G7? Organisasi Internasional Beranggotakan 7 Negara, Ini Peserta dan Topik Utama KTT G7 2021

"(Agenda G-20) tidak gampang karena bagaimanapun relasi untuk connecting, kan, tidak sekadar di Indonesia, tetapi dengan pejabat-pejabat G-20 sehingga acara harus terselenggara dengan baik," ucapnya.

Apalagi, dirinya mengingatkan, kepala negara yang hadir umumnya telah melakukan persiapan luar biasa, termasuk perjanjian-perjanjian kerja sama yang akan diteken.

"Jadi, ini bukan pekerjaan mudah, pasti ada perundingan-perundingan terkait dengan ekonomi anggota-anggota G-20."

Baca juga: Duet Airlangga-Anies di Pilpres 2024 Diyakini Jadi Kekuatan Politik Struktural-Kultural Bangsa

Indonesia ditunjuk sebagai Presidensi G-20 pada 2020. Ini sesuai kesepakatan KTT G-20 di Riyadh, tahun lalu.

Pemerintah membentuk panitia nasional guna mengadakan serangkaian kegiatan berupa berbagai pertemuan dan KTT.

Dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G-20 Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengamanatkan Airlangga untuk memimpin Sherpa Track G20.

Sejumlah isu-isu ekonomi non-keuangan akan dibahas.

Di antaranya menyangkut energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim, misalnya.

"Di bawah kepemimpinan Indonesia tahun depan, G-20 akan mengangkat tema besar 'Recover Together, Recover Stronger'. Tema ini menunjukkan harapan dan kesiapan Indonesia untuk turut serta dalam kemitraan global sebagai upaya mengatasi dampak pandemi dan meningkatkan kembali global confidence," ujar Airlangga, beberapa waktu lalu.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved