Breaking News:

Pemindahan Ibu Kota Negara

Mungkinkah Pindah Ibu Kota Saat Utang Negara Makin Numpuk?

 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan kemungkinan Ibu Kota pindah ke Kalimantan Timur saat utang negara makin numpuk. 

IST
Desain bangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara yang baru di Kalimantan Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan kemungkinan Ibu Kota pindah ke Kalimantan Timur saat utang negara makin numpuk. 

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS Suryadi Jaya Purnama mengatakan, utang negara sudah mencapai Rp 6.000 triliun lebih. 

"Utang kita sudah mencapai Rp 6.400 triliun lebih, bahkan utang BUMN kita sudah pada angka 52,8 miliar dolar AS," ujarnya dalam webinar, Rabu (9/6/2021). 

Menurut Suryadi, kondisi ekonomi yang sedang pemerintah hadapi sekarang ini belum sepenuhnya pulih dari akibat pandemi Covid-19. 

"Pemerintah, DPR, juga para pengamat ekonomi, dan para pakar ekonomi sepakat saat ini ekonomi belum pulih. Tidak saja karena faktor pandemi, bahkan sebelum pandemi juga tanda-tanda ekonomi kita melambat itu sudah kelihatan," katanya. 

Baca juga: PKS: Apa Dosa DKI Jakarta, Sehingga Harus Pindah Ibu Kota?

Karena itu, pemerintah dinilai salah alamat jika solusi atas beban utang dan ekonomi belum pulih adalah dengan memindahkan Ibu Kota. 

"Adanya pemindahan Ibu Kota diharapkan dapat menyelesaikan ini. Namun, asumsi kita dengan berbagai kajian, justru pemindahan Ibu Kota bukan solusi atas masalah ekonomi, bisa jadi beban, butuh lebih Rp 480 triliun lebih," pungkas Suryadi.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved