Breaking News:

Kementan Perkuat Pertanian Boyolali dengan Alsintan

Kementerian Pertanian memperkuat sektor pertanian Boyolali, Jawa Tengah, dengan menyalurkan bantuan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan).

Editor: Content Writer
dok. Kementan
Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dapat membantu petani mendapatkan hasil maksimal. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertanian memperkuat sektor pertanian Boyolali, Jawa Tengah, dengan menyalurkan bantuan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani di Kecamatan Nogosari dan Ngemplak.

Bantuan alsintan yang disalurkan berupa mesin traktor roda empat, traktor roda dua dan pompa air senilai 500 juta rupiah, diharapkan bisa mendorong peningkatan produksi pertanian di kab. Boyolali

Selain itu, Kementan juga memberikan bantuan benih tanaman jagung sebanyak 2.550 kilogram untuk lahan seluas 170 hektare, benih padi Inpari 32 IP 400 sebanyak 500 kilogram, benih kacang tanah 7.200 kilogram untuk lahan seluas 60 hektare, dan memberikan Kartu Tani Sakti sebanyak 102 buah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, berharap bantuan ini bisa membuat petani mendapatkan hasil maksimal.

"Kementerian Pertanian akan berupaya agar produktivitas bisa terus digenjot, sehingga bisa memberi manfaat lebih untuk petani. Kita bantu peningkatan produksi tersebut dengan alsintan," tuturnya, Jumat (11/6/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengatakan dukungan alsintan tersebut menjadi bagian dari penerapan modernisasi pertanian Indonesia.

"Sektor pertanian sudah memasuki era 4.0, era dimana penggunaan teknologi dan mekanisasi sudah tidak bisa dihindari dalam pertanian. Makanya petani harus lebih akrab dengan alsintan. Karena dengan cara ini pertanian bisa ditingkatkan produktivitasnya untuk mendukung ketahanan pangan," katanya.

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan, Andi Nur Alamsyah, mengatakan alsintan membuat pertanian lebih efektif dan efisien.

"Waktu untuk mengolah lahan dan panen yang biasanya bisa memakan waktu berhari-hari, dengan alsintan hanya butuh waktu beberapa jam. Dampaknya biaya produksi juga lebih murah, karena melibatkan lebih sedikit tenaga," ujarnya.

Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto, mengatakan Kementan melalui Dinas Pertanian Boyolali pemberian sejumlah fasilitas pengelolaan pertanian berupa alsintan dan benih tanaman untuk mendukung produksi pertanian.

"Seluruh bantuan dari Kementan itu, untuk 30 kelompok tani nilai total sekitar Rp1 miliar," katanya.

Pihaknya meminta kepada para petani aga alat-alat pertanian tersebut digunakan sebaik-baiknya, dirawat dengan baik, dipergunakan sebesar-besarnya untuk pertanian dan tidak boleh diperjualbelikan.

"Petani dalam membudidayakan pertanian harus menjaga tanamannya agar hingga masa panen, jangan sampai terserang hama penyakit," katanya.

Salah satu petani Ngemplak, Mulyadi (45), yang mendapatkan satu unit traktor roda empat mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut. Dengan adanya alat pertanian, diharapkan hasil pertaniannya dapat maksimal.

"Alat mesin pertanian ini, untuk pemanfaatan di lahan kelompok tani kami dan diharapkan dapat peningkatan kesejahteraan petani pada umumnya," katanya. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved