Breaking News:

Ustaz Adi Hidayat Temui Kabareskrim, Curhat Kerap Jadi Korban Fitnah

Ulama dan dai kondang Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyambangi Bareskrim Polri di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (11/6/2021). 

istimewa
Ulama dan dai kondang Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyambangi Bareskrim Polri di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (11/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ulama dan dai kondang Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyambangi Bareskrim Polri di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (11/6/2021). 

Kehadiran UAH didampingi oleh Fahd Pahdefie dan James Martin dari Amanat Institute serta tim pengacara UAH. Dia disambut langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. 

Dalam kesempatan itu, Ustaz Adi Hidayat dan Komjen Agus Andrianto menjalin silaturahmi dan berdiskusi seputar perkembangan dan dinamika sosial, hukum, dan kebangsaan di tanah air. 

Pertemuan yang berlangsung selama hampir 1 jam itu Ustaz Adi Hidayat mengaku prihatin kepada Komjen Agus terkait masalah pandemi Covid-19 di Indonesia. Khususnya dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi kali ini.

Baca juga: HNW Tuntut Keadilan untuk HRS dan Ustaz Adi Hidayat, Jangan Lagi Hadirkan Diskriminasi Hukum

Ustaz Adi Hidayat juga curhat kerap menjadi korban fitnah pegiat medsos yang tujuannya hanya mencari sensasi saja. Dia berharap, hal yang dapat merugikan bangsa dan negara dapat diredam dan ditindak melalui mekanisme dan proses yang baik sesuai aturan dan hukum yang tegas. 

"Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum dengan kinerja yang sangat profesional saat ini dan kami siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri dalam hal membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, baik melalui media da'wah dan pembinaan yang tepat sasaran," kata UAH.

Sementara itu, Agus Andrianto menyampaikan bahwa kesalahpahaman memang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat akibat pihak-pihak tertentu yang mencitrakan negatif kepada satu sama lain, termasuk kepolisian. 

"Padahal Polisi pasti bergerak dan bertindak berdasarkan objektivitas. Di tengah segala kisruh yang ada, rasanya negara memang perlu hadir untuk menjadi penengah yang arif. Tetapi di saat yang bersamaan, posisi negara juga jangan dihakimi dulu, dicurigai, dinyinyiri, dan seterusnya. Karena pada dasarnya yang mengikat kita semua adalah undang-undang dan koridor hukum yang berlaku. Kita patuh dan tunduk pada semua itu," jelasnya.

Baca juga: HNW Tuntut Keadilan untuk HRS dan Ustaz Adi Hidayat, Jangan Lagi Hadirkan Diskriminasi Hukum

Menurut Agus, sinergi yang baik antar semua pihak adalah sesuatu yang paling dibutuhkan bangsa. 

"Semua harus bergerak pada satu tujuan mulia yang sama yaitu berkolaborasi dalam satu frekuensi kebaikan yang sama, terhubung satu sama lain dengan jembatan rasa yang sama, yakni rasa cinta pada bangsa dan negara ini," tukasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved