Breaking News:

Komisi III DPR Minta Kejaksaan Usut Tuntas Skandal Impor Emas Rp 47,1 T

Komisi III DPR RI mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin membongkar skandal impor emas yang terjadi di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

Tribunnews.com, Chaerul Umam
Rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR RI mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin membongkar skandal impor emas yang terjadi di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

Skandal impor emas itu terungkap dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Jaksa Agung, Senin (14/6/2021).

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan menyebut, skandal impor emas tersebut mencapai Rp 47,1 triliun.

"Ada masalah penggelapan, ini ada masalah ada orang maling terang-terangan. Saya ingin sampaikan coba diperiksa Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno-Hatta, pak, namanya inisialnya FM," kata Arteria di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.

"Apa yang dilakukan pak? ini terkait impor emas senilai Rp 47,1 triliun, saya ulangi pak Rp 47,1 triliun. Kita enggak usah urusin pajak rakyat pak," lanjutnya.

Arteria mengatakan ada indikasi perbuatan manipulasi atau pemalsuan produk emas ketika masuk di Bandara Soetta sehingga produk emas itu tidak dikenakan biaya pajak.

"Potensi kerugian negaranya pak Rp 2,9 triliun. Ini bukan uang kecil pak di saat kita sedang susah," ujarnya.

Arteria menjelaskan penyelewengan yang terjadi yaitu adanya perubahan data emas ketika masuk di Bandara Soetta.

Emas yang diimpor dari Singapura berbentuk batangan dan sudah bermerek serta bernomor seri.

Namun ketika sampai di Indonesia, emas itu diubah dokumennya menjadi produk emas bongkahan.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved