Breaking News:

Korupsi Bansos Covid di Kemensos

Saksi Ngaku Ditagih 'Uang Kontribusi' Rp 400 Juta oleh Dua Eks Pejabat Kemensos

"Pernah diminta kontribusi?" tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2021).

Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 Jabodetabek periode 2020 atas terdakwa eks Menteri Sosial RI Juliari Peter Batubara, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2021). 

"Beliau nggak minta, cuma bilang 'mas minta tolong kontribusi saja'," tutur Iqbal. 

"Cuma saya bingung mau kasih apa akhirnya saya memberikan nilai nominal uang saja Rp400 juta," lanjut dia.

Ia mengaku menyerahkan yang Rp400 juta di kantor Kemensos, tepatnya dir ruangan Adi Wahyono, yang juga dalam kesempatan tersebut hadir Matheus Joko Santoso.

Uang dimasukkan dalam tas dalam bentuk mata uang rupiah, dan diserahkan di atas meja ruang kerja Adi Wahyono.

"Rp 400 juta dalam tas. Saya serahkan langsung di meja," ucap Iqbal.

Diketahui PT Total Abadi Solusindo mendapat jatah pekerjaan bansos tahap 6, 9, dan komunitas.

Perusahaan itu mendapat jatah pengadaan dengan total 100 ribu paket.

Dua mantan PPK Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa bersama-sama mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menerima uang dari sejumlah vendor pengadaan paket bansos sembako Covid-19.

Penerimaan suap itu dilakukan secara bertahap. Uang senilai Rp1,28 miliar diperoleh dari Harry Van Sidabukke dan Rp 1,96 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved