Breaking News:

Bursa Capres

Beredar Poster Undangan Syukuran Seknas Jokowi-Prabowo 2024, Ini Kata Jubir Presiden

Fadjroel juga mengingatkan kembali terkait penegasan Presiden Jokowi saat menolak wacara presiden 3 periode.

WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Presiden terpilih Joko Widodo berbincang dengan mantan Capres 02 yang juga Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto di sebuah rumah makan di Mall FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Setelah ketegangan politik yang terjadi pasca PIlpres 2019, kedua tokoh tersebut akhirnya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan bersama-sama menuju FX Sudirman. WARTA KOTA/ALEX SUBAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman menyoroti soal beredarnya poster undangan yang mengatasnamakan ‘Komunitas Jokowi-Prabowo 2024’.

Kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai ‘Komunitas Jokowi-Prabowo 2024’ itu membuat poster undangan yang bertajuk 'Syukuran Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo 2024'.

Berdasarkan poster undangan tersebut, acara syukuran akan berlangsung di daerah Mampang Prapatan, Jakarta, pada Sabtu (19/6/2021) hari ini.

Fadjroel menegaskan, bahwa Presiden Jokowu secara tegas telah menolak wacana masa jabatan presiden 3 periode.

Baca juga: Duet Jokowi-Prabowo Diprediksi Bisa Lawan Kotak Kosong di Pilpres 2024

Menurutnya, Presiden akan tegak lurus terhadap konstitusi UUD 1945 dan amanat reformasi 1998.

"Mengingatkan kembali, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap reformasi 1998. Sesuai pasal 7 UUD 1945 amandemen ke-1 bahwa 'Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan'," kata Fadjroel saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (19/6/2021).

Fadjroel juga mengingatkan kembali terkait penegasan Presiden Jokowi saat menolak wacara presiden 3 periode.

Pertama, pada 12 Februari 2019 lalu, dimana Presiden Jokowi berbicara soal adamya pihak yang berupaya menampar muka serta cari muka kepada dirinya. Lalu, ingin menjerumuskan Jokowi.

Lalu, yang kedua, pada 15 Maret 2021, dimana Presiden kembali menegaskan bahwa dirinya tidak berniat untuk maju lagi sebagai Presiden.

Karena, konstitusi mengamanatkan hanya 2 periode masa jabatan.

Jokowi saat itu juga mengingatkam agar tak membuat gaduh dalam situasi penanganan pandemi ini.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved