Breaking News:

Ketua Banggar DPR Sebut Polemik PPN dalam RUU KUP Cenderung Aneh dan Multitafsir

Polemik seputar rencana pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga kini belum juga surut

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Sanusi
ist
Ketua Banggar DPR HM Said Abdullah 

"Berarti, tingkat kepatuhan membayar pajaknya rendah. Makanya, dikenakan pajak minimun," terangnya.

Said mengatakan saat ini PPN Indonesia paling rendah se-Asia.

Bahkan tarif PPN Indonesia kalah dengan Vietnam.

“PPN kita paling rendah. Di Asia rata-rata PPN 12 persen. Sedangkan rata-rata anggota G20 17 persen,” ujarnya.

Meski demikian, Said memastikan DPR belum secara resmi membahas Revisi UU KUP.

"Saya meminta publik tidak menafsirkan sepotong-sepotong isi draf tersebut. Karena persepsi yang berkembang multitafsir. Padahal DPR-nya belum membahas itu,” pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved