Breaking News:

Bertemu Organisasi Parpol Dunia, Ketum PKB Kampanyekan Islam Rahmatan Lilalamin

Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin terus mengampanyekan ajaran Islam rahmatan lilalamin (humanitarian Islam) ke seluruh dunia.

Ist
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin saat bertemu dua tamu dari CDI yakni Koordinator CDI Wilayah Asia Pacific dan Amerika Latin Cesar Rosello dan juru bicaranya, Holland. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin terus mengampanyekan ajaran Islam rahmatan lilalamin (humanitarian Islam) ke seluruh dunia.

Melalui organisasi Centrist Democrat Internasional (CDI) yang beranggotakan ratusan partai politik se-dunia, Gus Muhaimin menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, cinta sesama manusia, dan jauh dari praktik-praktik kebencian maupun kekerasan antarsesama manusia. 

Upaya PKB untuk mengampanyekan Islam rahmatan lil alamin ini dilakukan sejak resmi menjadi anggota CDI pada 2018 silam hingga saat ini. 

Pada Senin (21/6/2021) malam, ia kedatangan dua tamu dari CDI yakni Koordinator CDI Wilayah Asia Pacific dan Amerika Latin Cesar Rosello dan juru bicaranya, Holland. Keduanya diterima dengan penuh kehangatan di rumah dinasnya, Perumahan Widya Chandra, Jakarta Selatan.

”Kedatangan tamu penting; Cesar Rosello dan Pak Holland. Kedua orang inilah yang mendorong dan membantu promosi 'humanitarian islam' atau Islam rahmatan lilalamin keseluruh dunia,” ujar Gus Muhaimin dalam unggahan di akun Instagram-nya @cakiminnow, Selasa (22/6/2021). 

Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, kampanye Islam rahmatan lil alamin diawali dengan masuknya PKB menjadi anggota CDI. 

”Perkembangannya yang luar biasa. Dengan kampanye humanitarian Islam, Islam diterima dengan baik oleh para pimpinan negara-negara Uni Eropa. Padahal sebelumnya mereka adalah islamophobia/anti islam,” tuturnya. 

Menurutnya, para anggota CDI sangat terkagum dengan ajaran Islam rahmatan lil alamin. 

”Mereka kaget dan terkagum setelah melihat langsung dan membaca “jeroan” PKB dan NU,” tuturnya.

Baca juga: Libur Maulid dan Tahun Baru Islam Digeser, MUI: Demi Hindari Pergerakan Masyarakat

Bahkan, kata cucu salah satun pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini, banyak kepala negara di Uni Eropa mengagumi Indonesia lewat PKB. Melalui PKB, merka mengaku bisa belajar Islam yang ternyata sangat berbeda dengan Islam yang mereka persepsikan selama ini. 

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved